Hujan Bulan Juni
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 10 Juni 2009 3:57 pm
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
~Sapardi Djoko Damono
tidak ditujukan bagi siapapun, kecuali bagi diri sendiri, yang kadang – kadang menyukai puisi :)




arifromdhoni berkata
hehe, namaku disebut (lagi?) :D
Muhammad Hakim berkata
kan gak di tujukan bagi siapapun :p
yayan berkata
bulan Juni ini masih sering hujan aja ya..
nice poem..
Muhammad Hakim berkata
yup masih sering hujan (di Bandung),
prof. Sapardi memang ahli menulis poem dengan tema hujan.
sp0ngew4ter berkata
bulan juni di asam2 sini, ppuaannnaaasss banged
hujane ora ono….
saya hobi baca puisi pak Sapardi, simple tapi penuh makna
Muhammad Hakim berkata
ternyata, masih bisa basa jawa :)
email90 berkata
kenapa harus bulan juni ya? kenapa ga oktober saja? :P
Muhammad Hakim berkata
tanya sama pengarangnya :p
mungkin karena bulan juni sudah saatnya tidak hujan di Indonesia, atau bulan terakhir musim hujan. artinya kan dia sabar, nurunin hujan hingga akhir, wal aakhiratu khairun laka minal uulaa *ngarangdotcom* :D
sp0ngew4ter berkata
bisa sih basa jawa, tapi dikit2 doang…
banyakan bahasa indo ma banjar…
orang2 di rumah pada pake bahasa jowo, kadang yg alus…ngerti tapi gak bisa ngucapin…