فصل
في الأوقات المختارة للقراءة
أفضلها ما كان في الصلاة، ومذهب الشافعيُّ وغيره. أن تطويل القيام في الصلاة من تطويل السجود، وأفضل الأوقات الليل والنصف الأخير، وأفضل القراءة بين المغرب والعشاء محبوبة، وأما قراءة النهار فأفضلها بعد الصبح، ولا كراهة في شيء منها.
ونقل عن بعض السَّلف كراهة القراءة بعد العصر وليس هذا بشيء ولا أصل له.
ويختار من الأيام الجمعة والاثنين والخميس ويوم عرفة، ومن الأعشار العشر الأخير من رمضان، والأول من ذي الحجة ومن الشهور رمضان
Fasal
tentang waktu – waktu terpilih untuk membaca al-Qur’an
membaca al-Qur’an paling utama dilakukan dalam sholat, menurut madzhab Syafi’i dan lainnya. Sesungguhnya memanjangkan berdiri di dalam sholat itu lebih utama daripada memanjangkan sujud,
dan waktu yang utama untuk membaca al-Qur’an (di luar sholat) adalah di paruh terakhir malam, dan juga utama dan disukai adalah diantara waktu sholat maghrib dan sholat isya, dan adapun membaca al-Qur’an diwaktu siang, yang lebih utama adalah ba’da sholat subuh, dan tidak dilarang/tidak makruh di waktu lainnya (di siang hari).
Dan dinukil/dikutip dari sebagian ulama salaf (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dari Muadz bin Rifa’ah dari guru – gurunya) bahwa membaca al-Qur’an setelah sholat ashar itu dibenci/makruh, tetapi hal ini tidak ada asalnya sama sekali (tidak berdasar).
Dan juga waktu yang terpilih untuk membaca al-Qur’an adalah di hari jum’at, senin, kamis dan hari arafah, di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dan di awal bulan Dzul hijjah serta di dalam bulan Ramadhan.
~at-Tibyan fi adab al-hamalatil Qur’an oleh an-Nawawi rahimahullah.
CMIIW





itu bacanya gmn kim?
anna tathwiylal-qiyaami min tathwiylis-sujud?
itu maknanya “memanjangkan berdiri lbh baik daripada memanjangkan sujud”? bukan “memanjangkan berdiri spt memanjangkan sujud”?
seingatku shalat rasulullah, berdirinya, ruku’nya, dan sujudnya hampir sama panjangnya; cmiiw
menurutku: an tathwiil-al-qiyaama fishsholaati min tathwiilissujuud
satu lg, kadang “al-qiyaamu” sendiri bs dimaknai sbg “ash-shalaatu”; cmiiw
namun, disini ada keterangan fishsholaati setelah al-qiyaam :)
dan mengenai Rasulullah SAW yang rukuk & sujudnya sepanjang berdirinya, itu aku juga setuju :) sesuai riwayat Ibnu ‘Abbas r.a.
tapi disini, menurut ulama lebih utama berdiri lama daripada sujud lama (dan lebih bagus bila sama – sama lama seperti halnya Rasulullah SAW).
mengenai hal itu, dasarnya hadits dari riwayat Ahmad dalam musnadnya, dari Imam Muslim dalam Sahihnya, Tirmidzi, Ibnu Majah dari Jabir r.a:
Rasulullah SAW bersabda, “Afdhalnya sholat ada pada panjangnya qunut (maksudnya pada berdirinya)”.
yang di blog itu sebenarnya kukutip dari mukhtashornya, sedangkan penjelasan ini (hadits pendukungnya) baru kulihat di kitabnya yang asli yang ini, ada juga penjelasan yang lain coba baca yang ini Rif: http://ia311214.us.archive.org/1/items/31065/31065.pdf
di halaman 155
dalil tu yang meriwayatkan siapa mas ??????????