Catatan Ringkas: Surah Al-Hujurat Ayat 1

بِسْمِ ٱللَّـهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

 

Surat al-Hujurat merupakan salah satu surat madaniyah, yang terdiri dari 18 ayat. Nama al-Hujurat (kamar-kamar) terambil dari kata yang terdapat pada ayat ke-4, yang merupakan satu-satunya tempat kata tersebut disebut dalam al-Qur’an. Surat ke-49 dalam urutannya dalam mushaf al-Qur’an ini hanya memiliki satu nama, yaitu al-Hujurat. Surat ini merupakan surat ke-108 dari segi urutan penurunannya, yakni turun sesudah surah al-Mujadalah dan sebelum surah at-Tahrim. Dan menurut sebuah riwayat, surat ini turun pada tahun ke-9 Hijriah.

Kandungan surat ini terutama menyangkut persoalan tata krama atau adab. Tata krama ini meliputi tata krama kepada Allah SWT, terhadap Rasulullah SAW, dan terhadap sesama muslim yang taat dan juga yang durhaka juga terhadap sesama manusia. Hal ini tercermin dari 5 ayat yang menggunakan panggilan yaa ayyuhalladziina aamanuu untuk menjelaskan adab terhadap 5 objek tata krama tersebut.

Disamping itu, menurut Sayyid Quthub, dalam surat ini juga terkandung uraian tentang hakikat keagungan akidah dan syariat serta hakikat-hakikat tentang wujud dan kemanusiaan, termasuk hakikat-hakikat yang membuka wawasan yang sangat luas dan luhur bagi hati dan akal.

==

    1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Pada ayat pertama ini dijelaskan adab seorang beriman terhadap Allah SWT dan terhadap Rasulullah SAW menyangkut masalah agama maupun persoalan dunia; yaitu dengan tidak mendahului ketetapan Allah SWT dan Rasul-Nya, melainkan dengan mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya, serta tidak berucap tentang sesuatu sebelum ada petunjuk dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dalam sebuah hadits di dalam sunan Abu Dawud diriwayatkan:

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي عَوْنٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ عَمْرِو ابْنِ أَخِي الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أُنَاسٍ مِنْ أَهْلِ حِمْصَ مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ قَالَ أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي وَلَا آلُو فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدْرَهُ وَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ

Diriwayatkan dari Hafs ibn Umar dari Syu’bah dari Abi ‘Awn dari al-Harits ibn ‘Amr ‘ibn saudaranya al-Mughirah ibn Syu’bah dari seseorang dari Hams yang merupakan sahabat Mu’adz bin Jabal, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak mengutus Mu’adz ke Yaman, bersabda, “Bagaimana Engkau menetapkan hukum ketika datang padamu suatu perkara ?” Mu’adz menjawab, “Aku menetapkannya berdasarkan kitab Allah”, Rasulullah bersabda, “Jika tidak engkau temukan dalam kitab Allah ?”, Mu’adz menjawab, “Maka aku tetapkan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, Rasulullah bersabda, “Jika tidak engkau temukan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di dalam kitab Allah ?”, Mu’adz menjawab, “Aku bersungguh-sungguh berijtihad dengan akalku (dengan berpedoman kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya)”, mendengar jawab tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk-nepuk dada Mu’adz (dengan gembira) dan bersabda, “Alhamdulillah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah sebagaimana diridhai oleh Rasulullah”.

Dalam hadits tersebut tergambar, bagaimana seorang yang beriman mengikuti kitab Allah dan sunnah Rasulullah sebelum akhirnya berijtihad dengan nalarnya dengan tetap berpedoman kepada Al-Qur’an dan sunnah.

Setelah turunnya ayat ini, saking hati-hatinya para sahabat dalam adab terhadap Nabi SAW, saat beliau bertanya kepada mereka, “Bulan atau kota apa ini ?” mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”.

About these ads

One thought on “Catatan Ringkas: Surah Al-Hujurat Ayat 1

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s