a man behind the ipod design talk about design
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 8 November 2009 7:04 am
a man behind the ipod design talk about design
Ditulis dalam Design, English, Entrepreneurship, video | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 29 Oktober 2009 5:18 pm
Short video of Google CEO, Eric Schmidt talking about the power of combination between cloud & mobile platform
Ditulis dalam English, Entrepreneurship, Google | Bertanda: video | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 18 Oktober 2009 1:19 pm
Tired of feeling like a hamster on a wheel?
If we just don’t seem to make progress in reaching our goals or we’ve reached a plateau, consider these tips.
1. Take Action
Avoid being overwhelmed and paralyzed by our challenge. “Do anything to keep the momentom going forward”, says Joe Vitale, author of The Attractor Factor. “One of my favorite examples come from author Ray Bradbury. He still gets up every day and writes a short story. He wakes up with no idea what he will write. He just starts typing from inspiration.”
2. Just take the next step.
We don’t have to be able to see our destination to reach it. “It’s like driving your car at night when there’s no streetlights.” Vitale says. “Your headlights may only allow you to see the next 100 feet in front of you. And finally, you make it to your destination”.
3. If we don’t like the results, change what we’re doing.
Personal-development icon Jim Rohn suggests asking ourself, “What can I do today so the next five years are not the same as the last five?”
4. Evaluate how we are spending our time.
“Do you focus on the majors?” Rohn asks. “Spend major time on major thins, and minor time on minor things.” When you see results on the things that matter to you most, it will fuel more results.
5. Make sure our heart is in it.
Director and producer Feorge Lucas says, “You have to find something you love enough to be able to take riks, jump over the hurdles, and break through the brik walls that are always going to be placed in front of you. If you don’t have that kind of feeling for what it is you are doing, you’ll stop at the first giant hurdle.”
6. Push ourself to reach our potential.
“Make a realistic assesment of your current abilitis,” suggests Cynthia Kersey, author of Unstoppable. “Now, imagine your abilities have increased by 10 percent. What could you be doing if you immediately possed 10 percent more abilities, skill and talents? You could be doing those things today if you believed you could and pushed yourself – even a little bit – outside your comfort zone”.
*taken from Success magazine, August 2009
Ditulis dalam English, Entrepreneurship | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 13 Oktober 2009 12:20 am
Sekali lagi, saya merasa agak heran, kenapa masih banyak orang dengan latar belakang keahlian computer science terutama human computer interaction (HCI) atau interaction design/interaction engineering tidak tahu istilah widget atau GUI widget. kalau dia belajar interaction design dan membaca buku (text book-nya) adalah buku Interaction design karya Jennifer Prieece, berarti dia gak baca dengan teliti (?), atau gak baca dengan lengkap atau bahkan malas baca :P, karena disana dibahas perihal widget ini.

Sebenarnya, meski tidak baca buku tersebut, jika pekerjaan anda adalah seorang programmer atau disainer (web/gui, dsb), semestinya pernah mendengar istilah ini.
Pada dasarnya setiap element di window dari aplikasi yang sedang anda gunakan itu lah widget (dialogbox, menu, toolbar, button,dll). widget secara lebih umum juga dapat didefinisikan sebagai mini-app, yang memudahkan user dalam berinteraksi dg aplikasi untuk menyelesaikan suatu task spesifik tertentu (e.g weathe widget, spesifik untuk menampilkan cuaca, dsb). Jadi, saya merasa aneh juga, ketika seseorang (dengan latar belakang computer science) tidak tahu istilah widget. Setelah berdiskusi berkaitan dengan my undergraduate thesis project * yang dulu.
sebenarnya istilah widget ini, mulai bertambah populer semenjak adanya apple dashbord, yang kemudian disusul dengan yahoo widget engine, dan kemudian ada Google Desktop gadget. dari sinilah kemudian saya juga membuat widget engine untuk tugas akhir (TA) saya. Dan seingat saya, saat pertama kali mengembangkan aplikasi widget engine untuk TA tersebut, Windows vista masih belum rilis, jadi vista gadget masih belum muncul/populer.
Dulu waktu pertama kali mengembangkannya, banyak mimpi dan ide yang muncul, dan peluang yang ada setelahnya. tapi karena masa pengembangan yang lama :( dan juga demo yang tidak sempurna (windows bluescreen, yang di kemudian hari saya tahu kalau memori laptop saya bermasalah :D ), jadinya kalah populer dengan banyak widget engine2 yang baru yang banyak bermunculan belakangan.
Widget ini, kini semakin populer dengan semakin banyaknya handphone/smartphone yang didisain atau diisi dengan aplikasi2 berbasis widget. Bisa dikatakan Apple dengan iPhone dan iPod touchnyalah yang pertam kali mempopulerkan perangkat mobile berbasis widget. Kemudian di ikuti oleh smarthphone lain, mulai dari Android, Samsung Omnia, HTC touch, dan bahkan ada smartphone yang didisain khusus berbasis widget, yaitu vodafone 360 Samsung M1 dan masih banyak yang lainnya (terutama smartphone yang keluar setelah iPhone dan rilisnya mobile OS Android serta WinMo 6)

widget engine untuk mobile app, ini terutama memanfaatkan kode program berbasis web (umumnya berkisar pada xml atau xhtml + javascript) sesuai dengan standard yang dikeluarkan oleh W3C, kurang lebih sama dengan widget engine yang saya kerjakan (iWidget) :D
nah, kemanakah arah cerita ini :D, ini tentang project widget engine yang pernah dan sedang saya kerjakan. Dulu masih belum sempat terpikirkan bahwa widget engine tersebut dimanfaatkan untuk mobile app, karena teknologi (kemampuan saya juga) masih belum cukup untuk itu. namun insyaa Allah, dalam waktu dekat (masih redesign), widget engine tersebut akan mungkin untuk di jalankan di berbagai platform (desktop, mobile, dan TV**). bagaimana caranya, saya akan berusaha ulang iWidget (yang sebelumnya dibuat dengan bahasa java) dengan javaFX. kenapa JavaFX, karena aplikasi dalam javafx, memang didisain bisa seamless berjalan pada desktop, web, mobilephone, dan TV. selain membuat aplikasi yang graphic oriented yang mengutamakan keindahan desain dan UI, akan lebih mudah dibuat dengan javafx dibandingkan java (saya masih menggunakan robot untuk membuat antarmuka iWidget, dan you know-lah, jeleknya robot di java ;) ). jadi, melihat peluang inilah, saya ingin iWidget tersebut bisa menjadi aplikasi yang lebih baik lagi, dan tentunya bermanfaat bagi banyak orang.
Sebenarnya sudah ada widget engine berbasis javafx yang dibuat oleh Stephen Chin, yaitu widgetfx. namun, widgetfx ini membuat widget dari javafx, jadi dia seakan2 hanya menambahkan sidebar untuk sebuah aplikasi dalam javafx (hanya butuh merubah satu class untuk membuat sebuah aplikasi javafx berjalan pada iWidget). disamping itu, widgetfx ini berbasis client-server, dimana widget akan dihost di server, sehingga jika anda tidak terkoneksi internet, bakalan widget anda tidak berjalan di widgetfx ini. jadi, untuk membuat widget yg berjalan pada widgetfx, anda harus bisa dulu javafx, dan untuk menjalankannya pun anda butuh koneksi internet.
sedangkan iWidget yang saya buat, insyaa Allah akan tetap memanfaatkan XML dan javascript. jadi tidak diperlukan untuk belajar bahasa baru (eg. javafx), bagi anda web programmer untuk mengembangkan widget anda sendiri. Sebenarya sempat terfikir untuk support xhtml, tapi tentu akan lebih susah lagi rendering engine-nya, tapi insyaa Allah, jika aplikasi ini mendapat dukungan yang menguntungkan, akan diteruskan kearah sana :) .
hmm, kok panjang ya ceritanya, intinya sih ini nih: Doakan saya agar bisa menyelesaikan konversi iWidget ke JavaFX secepatnya. that’s it. :)
*atau undergraduate final project
** sepertinya kedepannya TV (IP TV), akan berbasis widget juga, hal ini telah dimulai oleh Yahoo widget, baca berita berikut http://www.businessweek.com/innovate/content/apr2009/id20090413_723482.htm
{gambar dicomot dari berbagai sumber, silahkan lihat link asal gambar untuk melihat dimana gambar diambil}
Ditulis dalam Curhat, Entrepreneurship | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 10 Oktober 2009 4:05 pm
Ditulis dalam Curhat, Entrepreneurship | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 12 September 2009 9:22 pm
Ditulis dalam Entrepreneurship, Quotes | Leave a Comment »
Ditulis oleh Muhammad Hakim di/pada 30 Juni 2009 10:38 pm
Interesting video about entrepreneurship ;)
Ditulis dalam Entrepreneurship | Leave a Comment »