Hello World Win32

Anda kenal dengan kode program berikut:

#include <stdio.h>

int main(){

        printf (“hello world”);

        return 0;

      }

itu merupakan “hello world” yang di populerkan oleh Ritchie&Kernighan pada waktu ngenalin c di The C Programming Language. Nah, sekarang disini sekarang saya coba membuat sebuah “hello world” dalam basis windows dengan win32 api, here we go:

#include <windows.h>

      int WINAPI WinMain (HINSTANCE hInstance, HINSTANCE hPrevInstance,PSTR szCmdLine, int iCmdShow)

{

            // kode untuk hello world,

MessageBox (NULL, TEXT (“Hello world”), TEXT (“HelloMsg”), 0) ;

            return 0;

}

Ah, gak menarik, ok mari kita coba buat hello world dengan versi lain. Kita tulis langsung di layar full screen. Tapi sebelumnya mari kita lihat dulu makhluk apa saja yang ada di hello world yang barusan saya buat itu. Perhatikan para meter pertama dari WinMain , hInstance merupakan handle pada instance (“program”) ini. hPrevInstance merupakan handle untuk instance yang sama yang sebelumnya telah ada jika memang ada, biasanya/selalu bernilai NULL (0). szCmdLine merupakan pointer ke sebuah string yang menunjukkan command line ke aplikasi. Sedangkan parameter terakhir mengatur bagaimana aplikasi ditampilkan yaitu hides (SW_HIDES), minimize (SW_MINIMIZE), maximize (SW_MAXIMIZE) dan nilai lainnya.

Sedangkan method MessageBox , ya seperti method messagebox di Vb maupun C# ya untuk itulah. Coba run saja entar tau J

Berani

Berani bercita-cita, berani memulai, berani berproses, berani berkorban, dan berani untuk selalu evaluasi diri, adalah kunci kesuksesan. Banyak orang yang tak berbuat bukan karena tak mampu, melainkan karena tak bertekad. Tekat yang kuat disertai tawakal akan membuka kesempatan yang tak tampak sebelumnya. (Aa Gym)

yup, mulai sekarang harus lebih berani dan bertekad lebih kuat.

Harapan

aku teringat akan sebuah cerita kotak pandora dari yunani, diceritakan suatu ketika Pandora, seorang putri bangsawan pada zaman yunani kuno, diberi hadiah berupa kotak misterius oleh para dewa yang iri akan kecantikannya. Ia diberitahu bahwa ia di larang membuka hadiah itu. Tapi pada suatu hari, karena di kuasai oleh rasa ingin tahu dan tergoda, Pandora mengangkat tutup kotak itu dan mengintip ke dalamnya, begitu kotak itu terbuka, lepaslah segala siksaan hebat(penyakit, keputus asaan, penyakit gila) ke dunia. Tetapi, seorang dewa yang penuh belas kasih menyuruhnya menutup kotak itu tepat pada waktunya untuk menangkap satu – satunya obat penawar yang membuat kesengsaraan hidup ini dapat ditanggulangi: Harapan.

dalam hidup terkadang (bahkan sering) kita berbuat kesalahan, namun demikian Allah SWT Yang Maha Pengasih melarang kita untuk berputus asa dari Rahmat Kasih sayang-Nya. dalam al-Quran Surat Az-Zumar ayat 53 Allah SWT berfirman:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

oleh karena itu aku tak mau berputus asa dari Rahmat-Nya, Ya Rabb Tunjukilah aku agar selalu di jalan-Mu.

dan akhirnya aku ingin mengutip tulisan Daniel Goleman dalam bukunya (Emotional Intelligence) :

Dari sudut pandang kecerdasan emosional, mempunyai harapan berarti seseorang tidak akan terjebak dalam kecemasan, bersikap pasrah, atau depresi dalam menghadapi sulitnya tantangan atau kemunduran. Sungguh, orang yang punya harapan tinggi tidak mudah depresi dibandingkan orang – orang lain sewaktu mereka bergerak menempuh hidup dalam mengejar sasaran, pada umumnya tidak begitu cemas dan beban stres emosionalnya begitu rendah.

Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari kesusahan dan duka cita
Dan aku berlindung kepada Engkau daripada sifat Lemah dan Malas
Dan aku berlindung kepada Engkau dari sifat bakhil dan pengecut/penakut
Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan
kekuasaan orang lain terhadap diriku (sehingga aku tidak punya kemerdekaan pribadi lagi)

Qatadah bin Di’amah

Qatadah bin Di’amah bin Qatadah bin ‘Uzaiz Abu al-Khitab al-Sudus al-Bashri (61-117H/680-736M)

Beliau adalah seorang mufassir dan pakar hadis. Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Qatadah adalah pakar hadist paling besar di Bashrah”. Selain hadist, beliau juga pakar dalam bidang gramatika bahasa arab, sejarah dan nasab Arab. Beliau meninggal di Bashrah tahun 117H karena wabah penyakit menular di masanya.

rujukan yang bisa digunakan:

Tadzkirat al-Huffazh 1/115, al-Jarh wa al-Ta’dil, bagian 2 dari jilid 3/133-135 , Nukat al-Hamyan 230, al-Nawawi 2/57, Ibnu Khalikan 1/427, al-Ma’arif 203, Thabaqat al-Mudallisin 16, Irsyad al-Arib 6/202.

[dinukil dari kitab Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur hal.25]

Orang Cerdas

“Orang cerdas adalah yang merendahkan hatinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sementara orang yang lemah adalah dia yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kosong dengan meninggalkan Allah”

kalimat tersebut di ucapkan oleh Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dalam pasal zuhud, bab mengingat dan mempersiapkan kematian, hadist nomor 4260. Al-Tirmidzi dalam pasal kiamat dan Ahmad dalam kitab Musnad 4/124.

Niat

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]