Shalat Dengan Pakaian Najis

Isya Tadi, Saya alhamdulillah masih bisa ikut berjamaah sholat isya di Masjid; Setelah selesai sholat; saat berdzikir ane melihat di kaki ternyata ada najis (kotoran cicak); buru – buru saya keluar masjid, dan mensucikan telapak kaki saya. Permasalahan selanjutnya adalah, apakah saya wajib untuk mengulang sholat saya? padahal saya tahu adanya najis setelah selesai sholat? Saya memilih tidak mengulang sholat tersebut (awalnya ingin mengulang sholat saja).

Hal ini berdasarkan informasi yang saya peroleh berikut kutipannya (dari sini):

Oleh : Syaikh Abdullah bin Jibrin
Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Jika seorang wanita lupa sehingga ia shalat dengan menggunakan pakaian yang telah terkena najis, lalu di tengah shalat ia teringat bahwa pakaian yang dipakaianya itu telah terkena najis, apakah boleh bagi wnaita itu menghentikan shalatnya untuk mengganti pakaian itu? Dan bilakah saat-saat dibolehkannya menghentikan shalat?

Jawaban
Barangsiapa yang melaksanakan shalat dengan membawa najis dan ia mengetahui adanya najis itu maka shalatnya batal, akan tetapi jika ia tidak tahu adanya najis hingga selesai shalat maka shalatnya sah dan tidak diharuskan baginya untuk mengulangi shalat itu. Jika keberadaan najis itu diketahui saat ia melakukan shalat serta memungkinkan baginya untuk menghilangkan najis itu dengan segerra,maka hendaknya ia lakukan itu kemudian melanjutkan shalatnya hingga selesai.

Telah disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa suatu ketika beliau melepaskan kedua sandalnya saat shalat setelah malaikat Jibril mengkhabarkan beliau bahwa pada kedua sandalnya itu terdapat najis dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membatalkan bagian shalat yang telah dikerjakannya. Begitu juga bila mengetahui bahwa pada sorbannya terdapat najis, maka hendaklah segera menanggalkannya berdasarkan riwayat tadi.

Adapun jika menghilangkan najis itu membutuhkan suatu proses yang panjang, seperti harus melepaskan baju atau celana atau lainnya yang mana setelah melepaskan pakaian itu ia jauh dari shalatnya, maka hendaknya menghentikan shalat dulu untuk itu dan memulai shalatnya dari awal, seperti halnya bila teringat bahwa ia tidak dalam keadaan suci atau batal wudhunya saat shalat, atau batal shalatnya karena tertawa atau lainnya saat shalat.

[Fatawa Al-Mar’ah, halaman 36]

hadist berikut juga memantapkan pilihan saya

diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Suatu hari kami shalat bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Ketika shalat telah dimulai tiba tiba beliau mencopot sandalnya, lalu meletakkannya di samping kirinya. Melihat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mencopot sandalnya, orang orang iktu mencopot sandal mereka. Setelah shalat selesai, beliau bertanya, “Mengapa kalian mencopot sandal kalian?” Mereka menjawab, “Karena kami melihat engkau mencopot sandal.” Beliau menjawab, “Tadi Jibril datang untuk mengabarkan bahwa pada sandal saya terdapat kotoran, maka saya pun mencopotnya. Apabila kalian datang ke masjid, hendaknya perhatikan sandal kalian barangkali ada kotoran menempel; bila ternyata ada kotoran menempel, bersihkan dulu, baru kalian shalat.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud no. 650. Dishahihkan oleh Al Albani di Al Irwa’ no. 284).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s