Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan Cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu…

Ya Muhaimin, Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku Pada-Mu…

Ya Allah, jika aku jatuh, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang, yang hatinya Tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu…

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya, agar tidak berpaling dari hati-Mu…

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu…

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu…

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi Kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu…

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalan panjang menyeru manusia kepada-Mu…

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu…

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati ini telah terhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu dan telah berpadu dalam membela syariat-Mu, penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan…

Aamiinn…

Canta Per Me

Japanese Version:
kanji:

さよならを歌って思い声で
月明かりの夜頰を寄せて
思いでだけが奏でる歌を
誰もいないの原においてゆくの

誰かが歩いた道の上に
灯火が一つ白くのこる
思いわいつか誰かに届く
遠い時のかれたできっとあなたに

la vita dell’amore…
o dilette del cor mio…


Romaji (bacanya)

sayonara wo uta tte omoi koe de
tsuki akari no yoru hoho wo yosete
omoi de dake ga kanaderu uta wo
dare mo inai nohara ni oite yuku no

dareka ga aruita michi no ue ni
tomoshibi ga hitotsu shiroku nokoru
omoi wa itsuka dareka ni todoku
tooi toki no kareta de kitto anata ni

la vita dell’amore…
o dilette del cor mio…


English Translation:

With a sweet voice I sing farewell
On a moonlit night I draw near to your face
The song I play on my memories
Leads everyone into a meadow

One white lamp-light is left
On the road where someone has walked
Someday these feelings will reach that someone
That faraway place and time–surely, you are there

the life of the love…
o beloveds of my heart…

 


Latin Version

canta per me ne addio
quel dolce suono
de’ passati giorni
mi sempre rammenta

la vita dell’amore
dilette del cor mio
o felice, tu anima mia
canta addagio…

tempra la cetra e canta
il inno di morte
a noi si schiude il ciel
volano al raggio

la vita dell’amore
dilette del cor mio
o felice, tu anima mia
canta addio…


English translation:

Sing for me farewell
that sweet sound
of the past days
it always remember me

the life of the love
beloveds of my heart
oh happy, you my soul
sing slowly…

strenghten your lyre and sing
the hymn of death
the sky opens to us
they fly to the ray*

the life of the love
beloveds of my heart
oh happy, you my soul
sing farewell…

*(1) “volano al raggio” is a very senseless passage…”raggio” is used in many ways in italian: for example “raggio di sole”(Sun ray), “raggio laser”(Laser beam), “ragio del cerchio”(Circle radius)…I think the only solution is to intend a sun ray…

* lyricist : Yuki Kajiura
————-
* know this song few days ago,
* Love this song :P , the violin & composition :)
* Love Yuki Kajiura’s instrumental composition, but not really like with non instrumental composition.

Berdoalah

Bukan!
Semua itu bukan salahmu

Sudahlah, kawan
Jalani hidup ini seperti biasa
Seakan kau tak pernah mengenalku

Jujur, memang aku mencintaimu
Namun ku tak ingin
Hati ini terkotori cinta palsu
Ya, seperti yang kau katakan
Cinta palsu!

Aku takkan mengejarmu
Meskipun aku juga tak ingin kehilanganmu

Biarlah semua ini mengalir seperti air
Jika muara itu sama, kita pasti ‘kan bertemu

Namun jika tidak
Jangan pernah menyesali takdir yang t’lah berlaku

Berdoalah!

Maafkan jika aku pernah mengotori niatmu
Sungguh bukan inginku merusak hatimu
Namun itulah yang t’lah berlalu

Kuharap kau t’lah menjadi kupu-kupu
Saat kelak aku menjemputmu

Berdoalah!

Saat ini
Simpan rasa itu
Jangan sampai semua orang tahu
Kar’na kita pun tak tahu
Apa yang ‘kan terjadi di lain waktu

Hanya doa yang bisa kita panjatkan
Semoga kita bisa bersatu
Bersama menuju impian itu

Berdoalah!

Tetaplah menjadi bintang di langit
Ketahuilah
Banyak orang yang ingin memetikmu
Namun kau teramat mahal ‘tuk dijual
Kau berhak mendapatkan yang lebih baik dari semua itu

Berdoalah!

~id: Kak Husain @ myquran

puisi sederhana, tapi sepertinya banyak orang telah mengalami pengalam yang serupa dengan isi puisi tersebut.

Lihatlah Lebih Dekat

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah ku temui
Kebahagiaan seperti disini

Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘ku bisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya
Lebih dekat
Dan ‘ku akan mengerti
~ Sherina

:cry: :cry: :cry: <– lil’bit overacting (i’m not a person that cries easily ;) )
~o mendengarkan lagu ini membuat hati trenyuh o~
lagu lama, pas sekitar masih smp atau awal sma. silahkan coba dengarkan deh, kalau gak percaya :)

My Best Friend

Thinkin’ of you everyday
Feeling in every way
Walking in the cold fall wind
Come to me, so suddenly

I told with you everything
Under the evergreen
When the sun was going down
Even when you felt cold

I could see the truth right in your eyes
What you said never had any lies
Every time when I was feeling blue
You stood by me

When I used be a child
Believed in wonderland
I’ve forgotten for long time
Now I see it’s in your eyes

What you always said to me
Now I can realize
It’s not easy to take it
You said KEEP ON DREAMING

All the troubles we would have gone through
Someday we will make our dreams come true
Now I know you’d make a brand-new start
Please don’t look back

I could see the truth right in your eyes
What you said never had any lies
Every time when I was feeling blue
You stood by me

No word to say, no reason why
I believe in that you’re my best friend
Don’t have to cry, Don’t say goodbye
‘Cause I know that you are my best friend

No word to say, no reason why
I believe in that you’re my best friend
Don’t have to cry, Don’t say goodbye
You’re the one and only my best friend

~ Maaya sakamoto
suka dengan liriknya :)

You’ve Got to Find What You Love

malam ini, saya kembali menemukan sebuah file ceramah Steve Jobs saat wisuda mahasiswa standford 2005.

While listening his speech, i posting his text of the commencement to my blog here. This is the text of the Commencement address by Steve Jobs, CEO of Apple Computer and of Pixar Animation Studios, delivered on June 12, 2005.

I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I’ve ever gotten to a college graduation. Today I want to tell you three stories from my life. That’s it. No big deal. Just three stories.

The first story is about connecting the dots.

I dropped out of Reed College after the first 6 months, but then stayed around as a drop-in for another 18 months or so before I really quit. So why did I drop out?

It started before I was born. My biological mother was a young, unwed college graduate student, and she decided to put me up for adoption. She felt very strongly that I should be adopted by college graduates, so everything was all set for me to be adopted at birth by a lawyer and his wife. Except that when I popped out they decided at the last minute that they really wanted a girl. So my parents, who were on a waiting list, got a call in the middle of the night asking: “We have an unexpected baby boy; do you want him?” They said: “Of course.” My biological mother later found out that my mother had never graduated from college and that my father had never graduated from high school. She refused to sign the final adoption papers. She only relented a few months later when my parents promised that I would someday go to college.

And 17 years later I did go to college. But I naively chose a college that was almost as expensive as Stanford, and all of my working-class parents’ savings were being spent on my college tuition. After six months, I couldn’t see the value in it. I had no idea what I wanted to do with my life and no idea how college was going to help me figure it out. And here I was spending all of the money my parents had saved their entire life. So I decided to drop out and trust that it would all work out OK. It was pretty scary at the time, but looking back it was one of the best decisions I ever made. The minute I dropped out I could stop taking the required classes that didn’t interest me, and begin dropping in on the ones that looked interesting.

It wasn’t all romantic. I didn’t have a dorm room, so I slept on the floor in friends’ rooms, I returned coke bottles for the 5¢ deposits to buy food with, and I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it. And much of what I stumbled into by following my curiosity and intuition turned out to be priceless later on. Let me give you one example:

Reed College at that time offered perhaps the best calligraphy instruction in the country. Throughout the campus every poster, every label on every drawer, was beautifully hand calligraphed. Because I had dropped out and didn’t have to take the normal classes, I decided to take a calligraphy class to learn how to do this. I learned about serif and san serif typefaces, about varying the amount of space between different letter combinations, about what makes great typography great. It was beautiful, historical, artistically subtle in a way that science can’t capture, and I found it fascinating.Read More »

Layang – Layang

Di sebuah taman kota, duduk dua orang di sebuah bangku panjang. Keduanya tampak akrab, seakan mereka baru saja bertemu setelah berpisah lama. Sesekali terdengar tawa berderai di tengah percakapan yang mereka lakukan. Seseorang di antara mereka tampak berbicara, “Paman, Ada satu hal yang mengganjal dalam pikiranku. Mengapa dulu kau berikan aku layang – layang saat ayah meninggal ?, Bukankah benda itu tidak lazim diberikan sebagai tanda belasungkawa ?, Sampai kini, aku masih memikirkan maksud pemberian itu buatku.

Sang paman tampak mendengarkan. Matanya meneliti wajah pemuda di depannya dengan seksama. “Jadi kamu masih menyimpan layang – layang itu ?” Pemuda itu menjawab “Ya. Aku masih ingin tahu apa arti semua itu buatku. Aku kehilangan harapan setelah ayah meninggal. Aku masih bersedih hingga saat ini, sebab orang yang kucintai tak lagi bersamaku. Ayah sangat berarti buatku. Seakan semua impianku hilang saat ayah meninggal. ” Mata pemuda itu mulai berkaca-kaca.

Saat itu, Bukanlah waktu yang tepat untuk bermain layang – layang. Lalu mengapa paman memberikannya buatku?” Mata Sang paman terus meneliti wajah keponakannya. “Nak, kami juga semua bersedih saat kehilangan ayahmu. Namun, janganlah kamu ikut berputus asa. Layang – layang itu kuberikan padamu, agar kamu bisa menegakkan kepalamu saat bersedih. Pandanglah ke langit, tataplah ke angkasa. Layang – layang itu adalah sebagai pengingat, bahwa selalu ada harapan di atas sana. Layang – layang itu adalah sebagai tanda bahwa akan selalu ada curahan kebahagiaan yang turun dari-Nya. Terbangkanlah layang – layangmu setinggi-tingginya, seperti halnya kau terbangkan semua impianmu. Tapi ingat, pegang erat benang di tanganmu, agar tak kehilangan arah dalam menggapai hasratmu.”
Lelaki itu melanjutkan ucapannya, “Tataplah ke angkasa, angkat kepalamu setiap kali kau merasa tak bahagia, percayalah di atas sana selalu ada Allah yang akan mendengar setiap doamu.


Teman, Layang – layang dimainkan dengan kepala tegak dan bukan dengan menunduk. Layang – layang diterbangkan bukan dengan wajah ke bawah tapi dengan menatapnya ke angkasa. Begitupun kita di dalam hidup. Layang – layang adalah tanda agar kita selalu percaya bahwa optimisme dimulai dengan membangun harapan, bukan dengan bersedih. Layang – layang adalah pengingat buat kita bahwa semangat baru akan hadir bagi mereka yang berpikir positif.
 
*Dikutip dari buku “Kekuatan Cinta” Karangan Irfan Toni Herlambang
* image dari flickr