Aku Mencintaimu

Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Sayidina Ali, suaminya, “Wahai Kekasihku, sesungguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu.

O ya“, tanggap Sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah, “Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?
Lelaki itu adalah engkau, sayangku“, jawabnya sambil tersipu, membuat sayidina Ali tersenyum dan semakin mencintai istrinya.

indah sekali, kalau dua insan yang telah lama memendam cinta dipertemukan dalam sebuah ikatan perjanjian yang kuat (mitsaqan ghalidha).  Alangkah bahagianya seorang pemuda, yang   sejak lama memimpikan obrolan – obrolan romantis, dan akhirnya sampai di terminal harapan, yaitu sebuah pernikahan suci.  Tersipu

sehingga, dengan penuh cinta, segala imaji romantisnya akan diungkapkan kepada istrinya, “Wahai kekasihku, ada satu kata yang dari dulu terpenjara di hatiku dan ingin sekali kukatakan kepadamu, Aku mencintaimu”  Tersipu Tersipu Tersipu

 

*lagi ngayal tingkat tinggi, untuk mengurangi jenuh, akibat “kerjaan” yang masih belum juga kelar. jika saja ada orang tercinta disisi untuk berbagi :p

6 thoughts on “Aku Mencintaimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s