CLIG

baru tahu, kalau salah satu pemenang Iwic 2009 adalah CLIG (Cell ID Getter), kalau melihat2 di berita (sayang gak tahu pasti spesifikasinya seperti apa), tapi cell site location ini bukan suatu yang baru, dan aneh kan ?

kalau blackberry memang sudah ada cell-site location nya, tapi pada dasarnya kalau kita bisa dapat cell-id, untuk suatu lokasi kita bisa dapat aproksimasi lokasi kita. coba baca2 disini:
1. http://www.codeproject.com/KB/mobile/DeepCast.aspx
2. dan masih banyak lagi tentang hal ini, kalau anda coba nyari di internet misalnya: http://www.google.com/search?btnG=1&pws=0&q=cell+site+location
3. google maps, yahoo maps, dsb juga memakai teknik ini klo gak salah (dengan bantuan google gears)
hmm, jadi tertarik dengan spesifikasi API milik pemenang ini, ada yang tahu informasi lebih lanjut ?

Iklan

Happy Ied Mubarok

الله أكبر.. الله أكبر.. الله أكبر.. لا إله إلاّ الله، الله أكبر.. الله أكبر.. ولله الحمد

الله أكبر.. الله أكبر.. الله أكبر.. لا إله إلاّ الله، الله أكبر.. الله أكبر.. ولله الحمد

الله أكبر.. الله أكبر.. الله أكبر.. لا إله إلاّ الله، الله أكبر.. الله أكبر.. ولله الحمد

Al – Muqsit

Al – Muqsit

The Most Equitable, The Just, The Equitable one

The One who is most equitable and just. The One whose ways are balanced and just.
The One who establishes justice. The One who creates harmony and balance.
The One who does away with injustice. The One who leads mankind to justice and harmony.

From the root q-s-t which has the following classical Arabic connotations:

to act justly, equitably
to do away with injustice
to establish an equitable balance

The name Muqsit is not specifically used as a Beautiful Name in the Qur’ân. and only mentioned a time at surah Al-Anbiya verse 47.

Abû Hâmid al-Ghazâlî wrote:
… those who have the greatest share in this name are those who insist first of all on justice from themselves for others, … but forebear demanding it from another for themselves.

source: http://wahiduddin.net/words/99_pages/muqsit_86.htm with changes

Mensyukuri datangnya Dzulhijjah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ.

“Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun.”[1]

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu, Imam an-Nawawi dalam kitab beliau Riyadhush Shalihin[2] mencantumkan hadits ini pada bab: Keutamaan ibadah puasa dan (ibadah-ibadah) lainnya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

Allah melebihkan keutamaan zaman/waktu tertentu di atas zaman/waktu lainnya, dan Dia mensyariatkan padanya ibadah dan amal shaleh untuk mendekatkan diri kepada-Nya[3].
Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya: وَلَيَالٍ عَشْرٍ “Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. al-Fajr: 2). Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab[4], [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].
Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”[5]
Amal shaleh dalam hadits ini bersifat umum, termasuk shalat, sedekah, puasa, berzikir, membaca al-Qur’an, berbuat baik kepada orang tua dan sebagainya.[6]
Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah)[7], bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji[8], karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘arafah, beliau bersabda, أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ “Aku berharap kepada Allah puasa ini menggugurkan (dosa-dosa) di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.”[9]
Khusus untuk puasa, ada larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukannya pada tanggal 10 Dzulhijjah[10], maka ini termasuk pengecualian.
Dalam hadits ini juga terdapat dalil yang menunjukkan bahwa berjihad di jalan Allah Ta’ala adalah termasuk amal yang paling utama[11].
***

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
Artikel http://www.muslim.or.id

[1] HSR al-Bukhari (no. 926), Abu Dawud (no. 2438), at-Tirmidzi (no. 757) dan Ibnu Majah (no. 1727), dan ini lafazh Abu Dawud.
[2] 2/382- Bahjatun Naazhirin.
[3] Lihat keterangan Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Latha-iful Ma’aarif (hal. 19-20).
[4] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (4/651) dan Latha-iful Ma’aarif (hal. 20).
[5] Fathul Baari (2/460).
[6] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411).
[7] Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam as-Syarhul Mumti’ (3/102).
[8] Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa pada hari itu ketika melakukan ibadah haji, sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1887) dan Muslim (no. 123). Lihat kitab Zaadul Ma’ad (2/73).
[9] HSR Muslim (no. 1162).
[10] Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 1889) dan Muslim (no. 1137).
[11] Lihat Syarhu Riyadhis Shalihin (3/411).

sumber: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-amal-shaleh-pada-sepuluh-hari-di-awal-bulan-dzulhijjah.html

Do’aku

Ya, Allah! Perbaikilah untukku agamaku, yang merupakan satu – satunya
pelindung persoalanku, dan Perbaikilah untukku duniaku, yang merupakan
tempat hidupku, dan Perbaikilah untukku akhiratku, yang merupakan tempat
kembaliku, dan Jadikanlah kehidupan ini perlengkapan bagiku dari semua
kebajikan dan Jadikanlah kematian itu sebagai tempat istirahat bagiku
dari semua kejahatan.

Ya Allah! Ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, Ampunilah kealpaanku
dalam urusanku dalam hal yang Engkau lebih tahu daripadaku.

Ya, Allah! Ampunilah keteledoranku, kesalahanku, kesengajaanku yang semu-
anya itu terdapat pada diriku.

Ya, Allah! Ampunilah aku, apa yang terlanjur aku lakukan dan apa yang hendak
aku lakukan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang telah aku tampakkan.
dan apapun, Engkau Maha Tahu dari aku tentang segalanya. Engkaulah Yang Maha
Mendahulukan, Engkau Yang Maha Membelakangkan, dan Engkau Maha Kuat.

Ya, Allah! aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran,
ketuaan dan siksa kubur.

Ya, Allah! Berikanlah jiwaku ketaqwaan! Sucikanlah dia! Engkau sebaik – baik
yang mampu mensucikannya dan Engkau Penguasa dan Pemiliknya.

Ya, Allah! aku berlindung daripada-Mu dari ilmu yang tiada guna, dari hati
yang tiada khusuk, dari jiwa yang tidak mengenal puas dan dari doa yang
tidak mustajab.

Ya, Allah! aku berlindung kepada-Mu dari jahatnya akhlak, jahatnya perilaku dan
jahatnya hawa nafsu.

Ya, Allah! bimbinglah kesadaranku dan lindungilah aku dari kejahatan diriku.

Ya, Allah! Berilah aku rizki-Mu yang halal, bukan yang haram, dan Berilah aku Limpahan kemurahan-Mu sehingga tidak mengharapkan selain daripada-Mu.

Ya, Allah! Jadikanlah cinta-Mu bagiku lebih dari cintaku pada diriku, lebih dari cintaku kepada keluargaku dan dari air yang sejuk.

Ya, Allah! Aku memohon kepada-Mu penyuluhan, ketaqwaan, kehormatan dan keberadaan.

Ya, Allah! Yang Maha Hidup, Yang Maha Penegak, dengan Rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu. Perbaikilah semua masalahku, dan janganlah dibebankan kepada diriku sesuatu yang tidak sanggup aku pikul sekejap matapun jua.

Ya, Allah! aku memohon keridloan-Mu sesudah adanya keputusan, dan memohon kepada-Mu kesejukan hidup sesudah mati. dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan melihat wajah-Mu, dan kerinduan berjumpa dengan-Mu dengan mudah tanpa susah dan tanpa godaan yang menyesatkan. Dan aku berlindung kepada-Mu, Ya Allah! Jangan sampai bertindak zalim
ataupun dizalimi. Jangan sampai melakukan pelanggaran atau dilanggar, hindarkan aku dari kesalahan atau dosa yang tidak berampun.

Ya, Allah! Berilah aku petunjuk melakukan sebaik – baik kerja dan sebaik – baik akhlak. tidak ada yang bisa memberikan petunjuk kepada yang terbaik itu selain Engkau. Dan lindungilah aku dari keburukan kerja dan keburukan akhlak. Tidak ada yang mampu mencegahnya selain Engkau sendiri.
Alhamdulillaahirobbil’aalaamiin.
Aamiin.