Hargailah Waktu

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “مما أنزل الله في صحف إبراهيم على المرء العاقل ما لم يكن مغلوبا على عقله أن يكون له أربع ساعات ساعة يناجي فيها ربه وساعة يحاسب فيها نفسه و ساعة يتفكر فيها فيما صنع الله وساعة يخلو فيها لمطعمه و مشربه وعلى العاقل أن يكون بصيرا بزمانه و ألا يتكلم فيما لا يعنيه فمن حسب كلامه من عمله قل أن يتكلم فيما لا يعنيه”

artinya kurang lebih (CMIIW),
Rasulullah SAW pernah bersabda, “salah satu dari hal – hal yang di turunkan oleh Allah dalam shuhuf Ibrahim adalah: bagi seseorang yang berakal, selama belum terkalahkan akalnya (oleh nafsunya), hendaknya dia memiliki 4 waktu: ada waktu dia bermunajat dengan Tuhan-nya, ada waktu dia melakukan instrospeksi diri (muhasabah), ada waktu dimana ia hendaknya memikirkan ciptaan – ciptaan Allah, dan waktu dimana diagunakan untuk mencari makan dan minum (memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya). dan bagi orang yang berakal, hendaknya dia memperhatikan masanya, dan hendaknya tidak mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat, barang siapa menghitung – hitung perkataannya atas amalnya (tindakan/perbuatannya) , mengurangi dari percakapan – percakapan yang tidak ada manfaat di dalamnya.”

Doa al-Muqsith [Yang Maha Adil]

Ya Allah, wahai Yang Maha Adil lagi Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pencurah nikmat lagi Maha Adil, sesungguhnya aib dan kekurangan kami, tidak tertutupi kecuali oleh curahan kasih sayang-Mu, dosa-dosa kami tidak terampuni kecuali oleh curahan kelembutan-Mu. Kami memohon kepada-Mu disertai dengan rasa takut, karena Engkau adalah Tuhan segala yang dipertuhan, kami mengharapkan-Mu, layaknya harapan kekasih kepada kekasihnya walau kami sadar akan kelalaian kami. Kami memohon dengan lidah harapan, karena amat bisu lidah amalan kami. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dengan sifat ‘Afuww, sifat [Penghapus dosa] yang Engkau sandang, serta dengan maghfirah ampunan-Mu. Sertakanlah kami dengan mereka yang Engkau anugerahi nikmat, di surga tempat ridha-Mu, curahkan kepada kami rezeki serupa dengan yang Engkau curahkan kepada mereka berupa kenikmatan surga-Mu dan kelezatan bermunajat dengan-Mu, wahai Pemelihara seru sekalian alam. Dan semoga shalawat/rahmat dan kasih sayang tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat beliau. Âmîn

http://alifmagz.com/2010/03/24/doa-al-muqsith-yang-maha-adil/

Al-Qamar

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (1) Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. (2) Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya (3) Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). (4) Itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka). (5) Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), (6)sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan (7) mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat”. (8) Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman). (9) Maka dia mengadu kepada Tuhannya: “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)”. (10) Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. (11) Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. (12) Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, (13) Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). (14) Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (15) Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (16) Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (17) Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (18) Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus, (19) yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. (20) Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (21) Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (22) Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). (23) Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. (24) Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. (25) Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. (26) Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. (27)Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran) (28) Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. (29) Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (30) Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (31) Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (32) Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). (33) Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, (34) sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur, (35) Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. (36) Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (37) Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. (38) Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. (39) Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (40) Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman. (41) Mereka mendustakan mukjizat Kami semuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa (42) Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu (43) Atau apakah mereka mengatakan: “Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang”. (44) Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. (45) Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (46) Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (47) (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!” (48) Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (49)Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. (50) Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (51) Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (52) Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. (53) Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, (54) di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa. (55)


-bersedih-

Terjemah Al-Qur’an Bahasa Jawa (Part II)

Salah satu posting yang paling aktif di blog ini adalah mengenai terjemah al-Qur’an dalam bahasa jawa yang pernah saya posting beberapa waktu yang lalu. Saya benar – benar meminta maaf untuk semuanya, karena penulisan terjemah al-Qur’an dalam bahasa jawa ini sangat lambat, namun demikian saya masih mengupdate penulisan terjemah ini. Hanya saja, tidak lagi langsung saya tulis di wikisource, setelah saya commit di googlecode.

Jadi, untuk sementara jika anda ingin mendapatkan update terjemahan terbaru, silahkan langsung berkunjung ke googlecode, dan melakukan checkout, sehingga anda dapat melakukan update sewaktu – waktu dari komputer anda.

Beberapa terjemah yang mungkin tidak anda temukan di wikisource adalah:
Surah Ke-19. Maryam
Surah ke-28. Al – Qashash
Surah ke-29. Al – Ankabut
Surah ke-30. Ar – Ruum.
Surah ke-31. Luqman
Surah ke-32. As-Sajdah
Surah ke-33. Al – Ahzab
Surah ke-34. Saba’
Surah ke-35. Faathir.
Surah ke-36. Yaasiin
Surah ke-37 Ash – Shaaffaat

atau silahkan langsung berkunjung ke sini: http://myqurantranslation.googlecode.com/svn/trunk/Jawa/

InsyaaAllah saya akan menyelesaikan penulisan terjemah ini sebelum Ramadhan yang tinggal 4 bulan 20 harian ini. Mohon doanya selalu, agar saya selalu sehat, dan memiliki tekat dan kecintaan yang senantiasa bertambah kepada al-Quran. aamiin

Idgham Mutajanisayn

Masih terkait dengan blog post sebelumnya, ada satu lagi ayat al-Qur’an yang kadang orang masih salah dalam melafalkannya:

وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

ini adalah ayat selanjutnya dari surah Huud[11] pada postingan yang lalu, yaitu ayat 42.

meskipun huruf ba’ adalah huruf qalqalah akan tetapi disini tidak dibaca (dihukumi, dikategorikan) qalqalah akan tetapi dihukumi/dibaca idgham. karena ada dua huruf sejenis, yaitu sama makhraj-nya dan berbeda sifatnya, serta yang pertama di-sukun/mati dan yang kedua berharokat (hidup); oleh karena itulah disebut/dihukumi idgham mutajanisayn.

cara membacanya tidak dengan ..(y)arkab ma’anaa (membaca ba’ secara memantul/qalqalah) akan tetapi idhgham, yarkammma’anaa (huruf ba’ lebur menjadi mim).

untuk lebih jelasnya, mari kita dengarkan contoh pelafalannya oleh Syeikh Hudaify (murattal beliau sangat fasih dalam tajwid)

catatan:
*postingan saya ini bukan berarti saya sudah fasih dalam membaca al-Qur’an lho ya :)
*hal ini (membaca idgham) tidak berlaku jika kita membaca waqf pada ba’. jika kita berhenti (waqaf) pada yarkab, maka cara membacanya menjadi qalqalah: (y)arkab (dengan membaca memantul pada ba’)

update, Alhamdulillah, kebetulan Syeikh Al-Afasy mencontohkan bagaimana cara membacanya kalau dibaca waqaf.
mari kita simak lantunan al-Quran dengan suara beliau yang indah ini :)

Cara Membaca Al-Quran Surah Huud[11] ayat 41

Posting kali ini hanya untuk mengingatkan orang – orang yang masih tidak tepat dalam membaca al-Quran. Salah satunya adalah pada ayat 41 dari surat Huud (surah ke-11). meski huruf ra’ memiliki harokat fathah, tidak di baca dengan raa (majraahaa (majroohaa)), akan tetapi di baca majreehaa (dengan e seperti pada kata tempe).

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

sebagaimana yang dilantukan oleh Syeikh Mishari Rashid Al-Afasy berikut:

semoga bacaan al-Qur’an kita dari hari ke hari semakin baik dan sempurna. aamiin