Family Planning

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ~At-Tahrim: 6

Sesungguhnya Allah telah Berfirman, “Siapa yang memusuhi seorang kekasihku, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah – sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti kukabulkan dan jika berlindung kepadaku pasti kulindungi”. ~ HR. Bukhari

Seorang ayah adalah seorang CEO bagi sebuah perusahaan sakral yang bernama Keluarga, dia adalah nahkoda sebuah kapal megah yang bernama Keluarga. Sebagai seorang CEO kita punya tanggung jawab besar untuk membawa perusahaan yang kita pimpin menjadi sukses dan tentunya seorang CEO tidak ingin perusahaan yang ia pimpin bangkrut apalagi hancur. Sebagai nahkoda, kita tidak ingin kapal kita karam meski adalah suatu keniscayaan ombak – ombak akan datang menghantam kapal kita. Dan sebagai nahkoda tentu kita tak ingin kapal kita tersasar tidak sampai pada tujuan pelayarannya.

Salah satu hal yang kita kehendaki senantiasa ada dalam keluarga kita, adalah Sakinah, ketentraman yang ada yang dalam keluarga. Ketentraman ini ada di dalam hati, dan seringkali tidak ada kaitannya dengan jumlah harta, karena sakinah adalah suatu hal yang diturunkan-Nya kepada orang – orang beriman (Al-Fath:4), yaitu orang – orang yang Dia cintai.

Agar keluarga yang kita bangun senantiasa dicintai Allah, maka kita harus memperbanyak ibadah – ibadah tambahan/nafilah (sunnah) disamping ibadah wajib yang telah diwajibkan oleh Allah SWT kepada kita. Oleh karena itu, adalah selayaknya kita mengajak keluarga kita untuk istiqamah dalam ibadah – ibadah tambahan ini:

1. Ibadah Sunah Harian
– Sholat Sunah Rawatib (yang mengiringi waktu – waktu sholat wajib)
– Sholat Tahajud / Qiyaamullail
– Sholat Dhuha
– Tilawah harian @ 1 juz
– Sedekah harian (per anggota keluarga)
– hafalan

2. Ibadah Sunah Perpekan
– Puasa Sunah Senin/Kamis

3. Ibadah Sunah Bulanan
– Puasa pertengahan bulan hijriyyah (13,14,15 setiap bulan dalam kalender Hijriyah kecuali bulan Dzulhijjah)
– Sedekah bulanan (keluarga)

4. Ibadah Sunah Tahunan
– Sholat sunnah 2 hari raya
– Qurban
– Umrah
– Puasa tasu’a & Assyura
– Puasa Arafah
– Puasa 6 hari di bulan Syawal

dan masih banyak agenda – agenda keluarga lain yang saya kira perlu untuk dijadwalkan dalam agenda keluarga. misalnya, silaturahim ke sanak saudara, mengunjungi panti – panti asuhan, ikut majlis ta’lim, dsb. dan tentunya seorang kepala keluarga harus senantiasa mendiskusikannya dengan partnernya (istrinya) ;)

tentu, pada dasarnya setiap tindakan muamalah yang diniatkan karena Allah SWT juga merupakan Ibadah, tapi tidak ada salahnya kita mencatat ibadah – ibadah yang hendak kita istiqamahkan ada dalam keluarga kita kan ? :)

Semoga kelak kita bisa membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, yang kelak dikumpulkan kembali oleh Allah SWT di surga-Nya. aamiin.

2 thoughts on “Family Planning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s