Kalian kalah bukan karena sedikitnya jumlah kalian


….Sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan karena jumlah kalian yang sedikit, tetapi kalian akan dikalahkan disebabkan dosa – dosa kalian. maka jagalah diri kalian dari dosa – dosa, dan hendaklah setiap panglima pasukan shalat bersama tentaranya.

potongan surat khalifah Abu Bakar r.a, kepada para panglima Islam di perang Yarmuk, perang besar antara pasukan muslim denga pasukan Romawi. Saat itu jumlah pasukan kaum muslimin hanya 21.000 tentara (dalam beberapa kompi yang dipimpin oleh beberapa panglima) ditambah pasukan dari Ikrimah bin Abu Jahal sebanyak 6000 orang yang berangkat dari Syam (Syiria). Sedangkan pasukan Romawi kala itu tidak kurang dari 200.000 pasukan.
Alhamdulillah, atas izin dan pertolongan Allah SWT, serta kesabaran dan keuletan, dan banyaknya dzikir, tilawah dan taubat para pejuang Islam, mereka berhasil menang.

*tulisan itu juga menghiasi sebuah whiteboard di kamarku (disamping tulisan yang lain), untuk mengingatkanku agar senantiasa menjauhi dosa-dosa, agar tercapai segenap cita
* gambar ilustrasi adalah monumen perang yarmuk di yordania (wikipedia)
* idealnya seorang pemimpin (pasukan, perusahaan, etc) juga memimpin shalat berjamaah.
* perang Yarmuk merupakan salah satu peperangan yang sangat menentukan sejarah umat manusia, seperti tulisan sejarawan George F. Nafziger, “Although Yarmouk is little known today, it is one of the most decisive battle in human history…… Had Heraclius’ forces prevailed, modern world could be so changed as to be unrecognizable”.

Iklan

Menjadikan Amal Shalih Sebagai Harapan

Sesungguhnya kalian berada di kampung persinggahan dan sedang berada pada sisa – sisa usia maka segeralah melakukan kebaikan yang mampu kalian lakukan. Kalian telah diberi waktu pagi dan sore. Ketahuilah bahwa dunia dilapisi dengan tipu daya oleh karena itu maka janganlah sekali – kali kehidupan memperdayakan kalian, dan jangan pula penipu (setan) memperdayakan kamu dalam menaati Allah.

Ambillah pelajaran dari kejadian masa lalu kemudian bersungguh – sungguhlah dan jangan lalai, karena setan tidak pernah lalai terhadap kalian. Mana anak – anak dunia dan temannya yang terpengaruh dengan dunia, akan menghabiskan usianya untuk bersenang – senang. Tidakkah mereka jauhi semua itu! Buanglah dunia sebagaimana Allah membuangnya. carilah akhirat karena sesungguhnya Allah telah membuat permisalan dengan yang lebih baik. Allah berfirman,

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh – tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh – tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak – anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan – amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Robb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan”[Al-Kahfi:45-46]

~khutbah Utsman bn ‘Affan r.a saat pengangkatan menjadi Khalifah ke-3 (Al-Bidayah Wa An-Nihayah)

Family Planning

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ~At-Tahrim: 6

Sesungguhnya Allah telah Berfirman, “Siapa yang memusuhi seorang kekasihku, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah – sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti kukabulkan dan jika berlindung kepadaku pasti kulindungi”. ~ HR. Bukhari

Seorang ayah adalah seorang CEO bagi sebuah perusahaan sakral yang bernama Keluarga, dia adalah nahkoda sebuah kapal megah yang bernama Keluarga. Sebagai seorang CEO kita punya tanggung jawab besar untuk membawa perusahaan yang kita pimpin menjadi sukses dan tentunya seorang CEO tidak ingin perusahaan yang ia pimpin bangkrut apalagi hancur. Sebagai nahkoda, kita tidak ingin kapal kita karam meski adalah suatu keniscayaan ombak – ombak akan datang menghantam kapal kita. Dan sebagai nahkoda tentu kita tak ingin kapal kita tersasar tidak sampai pada tujuan pelayarannya.

Salah satu hal yang kita kehendaki senantiasa ada dalam keluarga kita, adalah Sakinah, ketentraman yang ada yang dalam keluarga. Ketentraman ini ada di dalam hati, dan seringkali tidak ada kaitannya dengan jumlah harta, karena sakinah adalah suatu hal yang diturunkan-Nya kepada orang – orang beriman (Al-Fath:4), yaitu orang – orang yang Dia cintai.

Agar keluarga yang kita bangun senantiasa dicintai Allah, maka kita harus memperbanyak ibadah – ibadah tambahan/nafilah (sunnah) disamping ibadah wajib yang telah diwajibkan oleh Allah SWT kepada kita. Oleh karena itu, adalah selayaknya kita mengajak keluarga kita untuk istiqamah dalam ibadah – ibadah tambahan ini:

1. Ibadah Sunah Harian
– Sholat Sunah Rawatib (yang mengiringi waktu – waktu sholat wajib)
– Sholat Tahajud / Qiyaamullail
– Sholat Dhuha
– Tilawah harian @ 1 juz
– Sedekah harian (per anggota keluarga)
– hafalan

2. Ibadah Sunah Perpekan
– Puasa Sunah Senin/Kamis

3. Ibadah Sunah Bulanan
– Puasa pertengahan bulan hijriyyah (13,14,15 setiap bulan dalam kalender Hijriyah kecuali bulan Dzulhijjah)
– Sedekah bulanan (keluarga)

4. Ibadah Sunah Tahunan
– Sholat sunnah 2 hari raya
– Qurban
– Umrah
– Puasa tasu’a & Assyura
– Puasa Arafah
– Puasa 6 hari di bulan Syawal

dan masih banyak agenda – agenda keluarga lain yang saya kira perlu untuk dijadwalkan dalam agenda keluarga. misalnya, silaturahim ke sanak saudara, mengunjungi panti – panti asuhan, ikut majlis ta’lim, dsb. dan tentunya seorang kepala keluarga harus senantiasa mendiskusikannya dengan partnernya (istrinya) ;)

tentu, pada dasarnya setiap tindakan muamalah yang diniatkan karena Allah SWT juga merupakan Ibadah, tapi tidak ada salahnya kita mencatat ibadah – ibadah yang hendak kita istiqamahkan ada dalam keluarga kita kan ? :)

Semoga kelak kita bisa membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, yang kelak dikumpulkan kembali oleh Allah SWT di surga-Nya. aamiin.

Financial Planning

Pagi – pagi iseng memikirkan perencanaan keuangan, karena permasalahan keuangan adalah salah satu aspek penting yang tak boleh di abaikan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Bagaimanapun juga, kita tentu tidak ingin keluarga kita bermasalah dalam keuangan bukan ?


Tujuan Finansial:

1. Dana Darurat : Rp. 36.000.000,-
2. Dana Pensiun : Rp. 30 Milyar
3. Naik Haji (Berdua)* : 26500 SAR
4. Rumah** : 1 Milyar

untuk memenuhi tujuan finansial tersebut, berarti butuh untuk rajin nabung untuk tiap – tiap post tujuan finansial. Oleh karena itu,adalah bijak untuk memisah – misahkan rekening menjadi:
1. Tabungan Utama (Penerimaan Pendapatan)
– Lalu lintas uang ada di tabungan ini
– Infaq & Shadaqah rutin
– Belanja rutin
– Monthly expense
– Premi Asuransi (Jiwa dan Pendidikan anak – anak ;) )
asuransi jiwa penting, karena jika sewaktu – waktu musibah terjadi pada kita (naudzubillah min dzaalik), kita tidak ingin meninggalkan keluarga kita dalam keadaan kesulitan (at least, mereka punya cukup dana untuk kebutuhan mereka dalam jangka waktu tertentu sampai mampu berdiri sendiri), begitu juga asuransi pendidikan, karena biaya pendidikan akan selalu naik seiring dengan inflasi, dan kita juga pasti ingin anak – anak kita mendapat pendidikan terbaik, karena pendidikan itu sendiri adalah investasi, dan salah satu warisan terbaik dari seorang ayah adalah akhlak dan budi pekerti yang baik yang salah satunya dapat diperoleh dengan pendidikan yang baik :)
2. Tabungan Darurat (Tabungan untuk kebutuhan – kebutuhan tak terduga)
– Musibah Sakit
– Musibah pada rumah/kendaraan
– Musibah hilangnya pemasukan karena PHK dan semacamnya
3. Tabungan Belanja (Budget belanja)
– Belanja Sepatu, tas, pakian (yang non rutin)
– Untuk acara weekend (liburan, wisata, dsb)
– Beli gadget
4. Tabungan Pengeluaran tahunan
– Belanja barang yang sifatnya tahunan, yang harganya > 5 juta
– Traveling ke LN
– Umrah
– Qurban di setiap Hari Nahr
– Biaya Mudik
5. Tabungan Investasi
– Sukuk
– Emas
– Pensiun

untuk memenuhi tujuan keuangan maka perbulannya kudu nabung

Untuk Total Jangka waktu (bulan) Tabungan Perbulan
Dana Darurat 36.000.000,- 18 2.000.000
Dana Pensiun 30.000.000.000,- 300 10.000.000,-
Haji 26.500 Riyal 36 736,11 Riyal

hmm, ternyata butuh pemasukan besar juga ya untuk perbulan; tak apa, meski masih berupa perencanaan, semoga Allah SWT menolong dan memudahkan. aamiin

oh iya, yang pertama dan utama sebelum memasukkan uang pada post – post-nya, adalah menutup semua hutang terlebih dahulu. Zakat dan sedekah adalah salah satu dari harta kita yang terutang, karena pada dasarnya itu adalah hak/bagian orang lain :)

*bareng istri Insyaa Allah :) dan dalam Riyal, biar gak ribet memperkirakan Inflasi di Indonesia
** Cicilan Rumah & Kendaraan sebaiknya dari pasif income, jadi musti belajar tentang investment dulu ;)
*** Tujuan Keuangan bisa saja berubah sewaktu – waktu (perlu didiskusikan dengan Istri, sayang istrinya belum ada :) )
**** gambar ilustrasi dari devianart