Nahwu – Bab Kalam 2 (Jenis Kalam & Tanda Isim)

وَأَقْسَامُهُ ثَلاَثَةٌ : اِسْمٌ ، وَفِعْلٌ ، وَحَرْفٌ جَاۤءَ لِمَعْنىً.
فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ : بِالْخَفْضِ ، وَالتَنْوِيْنِ ، وَدُخُولِ الأَلِفِ وَاللَّا مِ ، وَحُرُوْفِ الْخَفْضِ

Kalam, terdiri dari 3 bagian, yaitu isim, fi’il, dan hurf (huruf) yang masuk kepada arti dari kalimat yang lainnya.

Isim, atau sering disebut kata benda, merupakan kata yang bisa memberikan arti pada dirinya sendiri, serta tidak bergantung pada waktu maupun status/tempat. Contoh: زَيْدٌ , انا, هذا

Fi’il (kata kerja), yaitu kata yang bisa menunjukkan makna padanya, yang bergantung pada waktu dan tempat/status. Jika menunjukkan pada waktu yang telah lampau, maka di sebut fi’il madli, contohnya قاَمَ (telah berdiri), dan jika menunjukkan waktu sekarang dan waktu yang akan datang maka disebut fi’il mudlari’, contoh: يقومُ (sedang berdiri), dan jika menunjukkan suatu perintah atau permintaan maka disebut dengan fi’il ‘amr (‘amar), contoh: قُمْ

Hurf, adalah kata yang menunjukkan makna di dalam kata yang lain, contoh: اِلَى (pada), هَلْ (apakah), لَمْ (tidak), dsb. Hurf ini tidak disebut sebagai kalimat (kalam) jika ia tidak meberikan makna, misal untuk kalimat هَلْ bermakna suatu pertanyaan, sedangkan لَمْ berarti penafian (negasi).

Tanda Isim.
Isim dikenali dengan adanya khafd/Jer, tanwin, masuknya alif-lam (AL) dan adanya huruf hafd/Jer.
Contoh isim yang ditandai dengan:

  1. Khafd/Jer: مررت بزيدٍ , huruf dal pada zaidin di baca jer dengan kasrah tanwin (kasrotain)
  2. tanwin: زَيْدٌ , dengan tanwin (dhommatain) pada hurug dal.
  3. Alif-lam: الرجل (lelaki)
  4. huruf khafd/jer : مررت بزيدٍ , terdapat huruf jer ba’

وَهِيَ : مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَرُبَّ، وَالبَاۤءُ، وَالكَافُ وَاللّاَمُ، وَحُرُوْفُ اْلقَسَمِ وَهِيَ : الوَاوُ، وَالبَاۤءُ، وَالتَاۤءُ

adapun yang termasuk huruf khafd adalah:

  1. مِنْ (dari)
  2. إِلَى (ke)
    contoh: سرت من البصرةِ اِلَى الكوفةِ (aku berjalan dari Basrah ke Kufah), disini Basrah merupakan isim, ditandai dengan adanya huruf jer مِنْ sebelumnya, begitu juga dengan kata Kufah, termasuk isim, terlihat dengan adanya huruf إِلَى sebelumnya.
  3. ‘عَنْ (dari)
    contoh: رميت السّهم عن القوسِ (aku melontarkan anak panah dari busurnya), kata القوسِ (busur) termasuk isim yang terlihat dari adanya huruf khafd عَنْ yang ada sebelum kata tersebut.
  4. عَلَى (di atas)
  5. contoh: ركبت علَى الفرس (saya berkendara diatas kuda), kata الفرس (kuda) adalah isim.

  6. فِي (di dalam)
  7. contoh: الطلب في المدرسة (seorang murid sedang berada di dalam sekolah), المدرسة merupakan isim.

  8. رُبَّ (terkadang)
  9. البَاۤءُ , huruf ba’ (dengan)
  10. الكَافُ , huruf kaf (seperti)
  11. اللّاَمُ , huruf lam (bagi)
  12. huruf – hurf qasam (huruf – huruf untuk bersumpah), yaitu wawu qasam, ba’ qasam, dan ta’ qasam (semuanya bermakna demi).
    Contoh: واللهِ، باللهِ ، تاللهِ (demi Allah)

3 thoughts on “Nahwu – Bab Kalam 2 (Jenis Kalam & Tanda Isim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s