Review Q2 – sekali lagi tentang waktu

“What gets measured gets improved”
حاسب نفسك قبل انتحاسب
“hisablah dirimu, sebelum dirimu dihisab (kelak di hari kiamat)”

beberapa waktu yang lalu, saya menetapkan resolusi untuk seperempat ke-2 tahun ini;
meski seperempat kedua tahun ini masih satu bulan lagi, tidak ada salahnya saya mereview kembali apa yang telah saya capai; beberapa resolusi sudah tercapai, dua buku telah selesai di tulis, bahkan sudah 3 buku (meski buku kecil); 6 buku juga telah selesai di baca (update: Alhamdulillah pagi ini baru selesai baca kisahnya Arifin Panigoro:berbisnis itu (tidak) mudah ); masih kurang 6 kalau sesuai dengan resolusi. penerjemahan al-Quran masih terus berlanjut, meski dengan ritme seperti sekarang akan sangat sulit untuk mencapai target. namun, masih ada satu resolusi penting yang belum tercapai; yaitu resolusi no. 1.

namun, dalam beberapa waktu ini saya berpikir, sudah saatnya bagi saya untuk lebih fokus lagi. yaitu hanya membaca buku – buku yang benar saya perlukan untuk di baca, hanya menghafal apa – apa yang saya butuhkan untuk saya hafal, dan juga menulis hanya yang perlu saya tulis; serta mengembangkan aplikasi, mendevelop software, yang benar – benar bermanfaat bagi banyak orang atau untuk tujuan belajar bagi saya.

ada yang bilang, you have to give up to go up, ya, memang sudah saatnya bagi saya untuk give up untuk beberapa hal yang memang tidak benar – benar penting bagi saya; atau bahkan yang benar – benar berbahaya bagi saya (wasting time, berbuat dosa, dsb), yang menjauhkan saya dari tujuan hidup saya. kurang lebih 70 hari lagi sudah Ramadhan, saya ingin menjadikan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik bagi saya; maka saya harus segera bersiap semenjak sekarang, sambil berharap semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk memiliki usia hingga akhir Ramadhan tahun ini. aamiin

terakhir, saya ingin mengutip sebuah hadits yang sangat memikat saya, yang berisi nasihat dari baginda Rasulullah SAW beserta Ibnu Umar radliyallahu anhumaa, yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat, beramal sekarang juga, dan tidak menunda – nunda serta menyia – nyiakan waktu kita:

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ . رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radiyallahuanhumaa, beliau berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم memegang kedua pundak saya seraya berkata, “Jadilah engkau di dunia ini seakan orang asing, atau pengembara”. Dan Ibnu Umar radiyallahuanhumaa kemudian berkata, “Jika kamu berada di sore hari, maka jangan tunggu sampai pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari, maka jangan kau tunggu hingga sore hari, manfaatkanlah waktu sehatmu (sebelum datang) bagi waktu sakitmu, dan manfaatkanlah waktu hidupmu (sebelum datang) bagi waktu matimu”. HR. Bukhari.
http://bit.ly/9mZa7p

~{taubat}~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s