40 Hadits Qudsi

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Robb semesta alam.
aktifitas saya selama ramadhan ini kebanyakan selain membaca (al-Quran, buku) adalah juga menulis (kode program/membuat aplikasi perangkat lunak, terjemah)

Dan Alhamdulillah, Hari ini, terjemah hadits qudsi yang kiranya ingin saya selesaikan sebelum ramadhan, hari ini terselesaikan.
pada dasarnya, saya menduga penerjemahan selesai dua malam yang lalu, namun setelah saya baca kembali tadi malam, ternyata ada satu hadits yang belum terterjemahkan, sehingga penerjemahan secara tuntas baru selesai tadi malam.
setelah itu saya memutuskan untuk memberikan sedikit perubahan layout, dengan menambahkan border, agar lebih rapi.

saya berharap terjemah ini memberikan manfaat bagi semuanya, dan tercatat sebagai amal jariyah bagi penyusunnya, juga bagi saya. aamiin
Dan jika anda menemukan kesalahan dalam penulisan hadits maupun penerjemahanya, silahkan langsung menghubungi saya, agar dapat diperbaiki.

silahkan download di:
1. open office document: 40 Hadits Qudsi


2. portable data format: 40 Hadit Qudsi
dan jika anda menggunakan smartphone, scan QR-Code berikut:

Iklan

Wajib, lebih wajib, menakjubkan, lebih menakjubkan, sulit, lebih sulit, dekat, lebih dekat

Imam Syafi’i rahimahullah pernah ditanya perihal 8 kata berikut: wajib, lebih wajib, menakjubkan, lebih menakjubkan, sulit, lebih sulit, dekat, lebih dekat.

jawab beliau:

مِنْ وَاجِبِ النَّاسِ أَنْ يَتُوْبُـوْا            لَكِنَّ تَـرْكَ الذُّنُـوْبِ أَوْجَـبُ

وَ الدَّهْرُ فِي صَرْفِهِ عَجِيْـبٌ           وَ غَفْلَـةُ النَّاسِ عَنْـهُ أَعْجَـبُ

وَالصَّبْرُ فِي النَّائِبَاتِ صَعْبٌ             لَكِنَّ فَوَاتَ الثَّـوَابِ أَصْـعَبُ

وَكُلُّ مَا تَرْتَجِــيْ قَرِيْـبٌ               وَالْمَوْتُ مِنْ دُوْنِ ذَلِكَ أَقْـرَب

Bertaubat bagi manusia adalah perkara wajib
Namun meninggalkan segala dosa itu lebih wajib

Perubahan pada masa adalah suatu yang menakjubkan
Namun lalainya manusia dari semua itu lebih menakjubkan

Bersabar tatkala musibah datang adalah perkara sulit (bagi hati)
Namun berlalunya pahala begitu saja lebih sulit (bagi diri)

Segala sesuatu yang engkau harapkan adalah dekat
Namun datangnya kematian itu adalah lebih dekat

40 Hadits Qudsi – Hadits Ke-12

Hadits ke-12 berisi anjuran untuk berbuat bagi kepada sesama/toleransi, mempermudah urusan, dan memaafkan (membebaskan hutang) orang yang kesulitan (membayar hutang kepada kita).

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” حُوسِبَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مِنْ الْخَيْرِ شَيْءٌ، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ يُخَالِطُ(1) النَّاسَ، وَكَانَ مُوسِرًا، فَكَانَ يَأْمُرُ غِلْمَانَهُ أَنْ يَتَجَاوَزُوا عَنْ الْمُعْسِرِ، قَالَ (2) قَالَ اللَّهُ : نَحْنُ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْكَ، تَجَاوَزُوا عَنْهُ”
رواه مسلم (وكذلك البخاري والنسائي)

Diriwayatkan dari Abu Mas’ud al-Anshari r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Ada seorang lelaki sebelum kalian yang dihisab, dan tidak ditemukan satupun kebaikan ada padanya kecuali bahwa dia adalah orang yang banyak bergaul dengan manusia, dan dia orang yang lapang(berkecukupan), serta dia memerintahkan kepada pegawai-pegawainya untuk membebaskan orang-orang yang kesulitan (dari membayar hutang), kemudian Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman,’Kami *(Allah) lebih berhak untuk berbuat itu daripada dia, (oleh karena itu) bebaskan dia’ ”
Hadits riwayat Muslim, begitujuga oleh al-Bukhari dan an-Nasai.

*Yang menarik, disini Allah SWT ketika menunjuk diri-Nya menggunakan kata nahnu (kami), yang menunjukkan keagunyan dirinya (liu’adzim nafsahu), yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan agung-Nya membebaskan orang yang dihisab tersebut, karena sesungguhnya Dia lebih baik daripada orang yang sedang dihisab tersebut.

40 Hadits Qudsi – Hadits Ke-11

Hadits ke-11 berisi anjuran untuk berinfak. Allah SWT menjanjikan bahwa Dia akan memberikan infak kepada orang yang menginfakkan hartanya. dengan demikian, infak adalah salah satu jalan terbukanya rizki dari Allah SWT.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” قَالَ اللَّهُ: أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ، أُنْفِقْ عَلَيْكَ
رواه البخاري (وكذلك مسلم)

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, berinfaklah wahai anak adam, (jika kamu berbuat demikian) Aku memberi infak kepada kalian”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan begitu juga oleh Imam Muslim

40 Hadits Qudsi – Hadits Ke-10

Hadits ke-10 berisi tentang keutamaan puasa, bahwa puasa itu kelak Allah SWT sendirilah yang memberikan balasannya, puasa adalah perisai bagi orang yang berpuasa dan bagi orang yang berpuasa dia akan menemui dua kebahagiaan yaitu saat dia berbuka dan saat dia bertemu dengan Tuhannya.


” يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الصَّوْمُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ(1)، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ، وَلَخُلُوفُ(2) فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ”.

(رواه البخاري (وكذلك مسلم ومالك والترمذي النسائي وابن ماجه

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Puasa itu untukku, dan Aku yang akan memberikan ganjarannya, disebabkan seseorang menahan syahwatnya dan makannya serta minumnya karena-Ku, dan puasa itu adalah perisai, dan bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan, yaitu kebahagian saat berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya, dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah, daripada bau minya misk/kesturi’ ”

Hadits riwayat al-Bukhari, dan begitu juga oleh imam Muslim, dan Imam Malik, dan Tirmidzi dan an-Nasai serta Ibnu Majah.

selamat menyambut datangnya Ramadhan, tamu agung yang telah kita tunggu-tunggu bersama :)

40 Hadits Qudsi – Hadits Ke-9

Hadits qudsi yang ke-9 berisi tentang amal yang dihisab pertama kali, dan keutamaan shalat sunnah. amal yang pertama kali dihisab adalah sholat (wajib), dan jika tidak sempurna, maka shlat sunnah tathawwu’ (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu/rawatib) yang dilakukan seseorang akan dapat membantu menyempurnakan hitungan amal sholat tersebut.


:عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ. فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ”.

رواه الترمذي(1) وكذلك أبو داود والنسائي وابن ماجه وأحمد

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya perkara/amal seorang hamba yang dihisab pertama kali adalah shalatnya. Seandainya (shalatnya) baik, maka benar-benar paling beruntung dan paling sukses, dan seandainya (sholatnya) buruk, maka dia benar-benar akan kecewa dan merugi, dan seandainya kurang sempurna shalat fardlunya, Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘lihatlah apakah bagi hambaku ini (ada amal) sholat sunnah (mempunyai sholat sunnah) yang bisa menyempurnakan sholat fardlunya, kemudian begitu juga terhadap amal-amal yang lainnya juga diberlakukan demikian’ ”

Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi(1), dan begitu juga oleh Abu Dawud dan Imam An-Nasai dan Ibn Majah serta Imam Ahmad.

1. sunan Tirmidzi hadits no. 413 juz 2 hal. 271, begitu juga dapat dibaca di kitab Misykatul mashaabiyh, hadits no. 1330-1331 juz 1, halaman 419, dan disahihkan oleh at-Tirmidzi