Ya Ummi – Mishary Rashid Al-Afasy

ياَ أُمِّي مَا شَكْلُ السَّمَۤاء — وَ مَا الضِّيَاءُ وَ مَا الْقَمَر

بِجَمَالِهَا تَتَحَدَّثُوْن — وَلاَ أَرَى مِنْهَا اَثَر

هَلْ هٰذِهِ الدُّنْيَا ظَلاَمٌ — فِي ظَلاَمٍ مُسْتَمِر

يا أُمِّي مُدِّي لي يَدَيْكِ — عَساَ يُزَايِلُنِي الضَّجَر

اَمْشِي أَخَافُ تَعَثُّراً — وَسَطَ النَّهَارِ أَوِ السَّحَر

لاَ أَهْتَدِي فِي السَّيْرِ إِنّ — طاَلَ الطَّرِيْقُ وَ إِنْ قَصُر

أَمْشِي أُحَاذِرُ أَنْ يُصَادِفَنِي — إِذَا اَخْطُوْ خَطَر

وَ الْأَرْضُ عِنْدِي يَسْتَوِي — مِنْهَا الْبَسَائِطُ وَ الْحُفَر

عُكَّازَتِي هِيَ ناَظِرِي — هل فِي جَمَادٍ مِنْ نَظَر

يَجْرِي الصِّغَارَ وَ يَلْعَبُون — و يَرْتَعُوْنَ وَلاَ ضَرَرْ

وَ أَنَا ضَرِيْرٌ قَاعِدٌ فِي — عُقْرِ دَارِي مُسْتَقِر

اللهُ يَلْطُفُي بِي وَ يَصْرِفُ — ماَ أُقاَسِي مِنْ كَدَر

Iklan

Doa (ar-Rahman ar-Rahim)

إِلَهِي ياَ رَحْمٰنُ ياَ وَدُوْدُ، يَامَنْ وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْماً، ظَهَرَتْ رَحمَتَكَ فِي كُلِّ ذَرَّاتِ الْوُجُوْدِ وَالْعَالَمِ… فَلاَ نَرَى إِلَّا شَيئاً وَنَقْرَؤُ مِنْ اۤيَاتِ رَحمَتِكَ مَا يُجْذِبُنَا إِلَيْكَ وَيُطَمْئِنُ قُلُوْبَنَا بِوَاسِعَ حَناَنِكَ فَاللّٰهُمَّ أَشْهِدْ عُيُوْنَ قُلُوْبِنَا نُوْرَ عَدْلِكَ وَعَظِيْمِ فَضْلِكَ يَا رَحْمَنُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اۤلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Tuhanku ya Rahman, Yang Maha mencurahkan rahmat kasih sayang kepada seluruh wujud, wahai Tuhan Yang Engkau cukup segala sesuatu dengan rahmat dan Pengetahuan, nampak rahmat-Mu pada setiap butir wujud di alam raya ini, kami tidak melihatnya kecuali sekelumit. Ya Allah, kami membaca tanda-tanda rahmat-Mu yang menjadikan kami tertarik menuju ke hadhirat-Mu serta menenangkan hati kami dengan keluasan kasih sayang-Mu. Maka Ya Allah, perlihatkanlah mata hati kami dengan cahaya keadilan-Mu serta keagungan anugrah-Mu, wahai ar-Rahman yang mencurahkan kasih. Semoga shalawat/rahmat dan kasih sayang tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw. Beserta keluarga dan sahabat beliau. aamiin

إِلَهِي رَحْمَتُكَ بِالْخَلْقِ دَلَّتْنَا عَلَى سِعَةِ الْجِنَانِ فَاطْمَأَنَّتْ قُلُوبُنَا بِأَنَّكَ الرَّحيِمُ بِجَمِيعِ الْأَكوَانِ وَأَنتَ تُحِبُّ الرَّحمَةَ لِأَنَّهَا صِفَتُكَ وَ نَحْنُ الْمُسْتَحِقُّونَ بِهَا لِأَنَّ عُيُوبَناَ كَثِيرَةٌ فَانْشُرْ عَلَينَا رَحمَتَكَ لِتَكُونَ عُيُونُناَ بِهَا قَرِيرَةً وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اۤلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Tuhanku, Rahmat-Mu kepada makhluk membuktikan kepada kami keluasan surga, maka hati kami menjadi tenang bahwa Engkau Maha Pengasih terhadap seluruh alam. Engkau suka rahmat, karena itulah sifat-Mu, Ya Allah Tuhan kami, kami wajar memperolehnya karena kesalah dan kekurangan melimpah, maka ya Allah, sebarluaskan rahmat-Mu sehingga dengan rahmat-Mu itu mata hati kami menjadi tenang. Wa Shallallâhu ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihi wa sallam. Aamiin

Doa


إِلهي أَنْتَ الخَبِيرُ بِمَا فَعَلْتُ الشَّاهِدُ بِمَا اقتَرَفتُ فَهَا أَناَ بَينَ يَدَيكَ وَالأَمْرُ مِنْكَ وَإِليكَ وَلا وَسِيلة إِليكَ إِلّا بِكَ وَلاَ يَنفَعُنِي سِوَى جُودِكَ وَكَرَمِكَ فَكُلُّ الأُمُورِ مِنكَ وَإِليكَ وَحَالِي لاَ يَخْفَى عَلَيكَ فَاللهمَّ ارحَمنِي بِرَحمَتٍ مِنكَ تُغنِي عَمَّن سِوَاكَ وَتُوَصِّلُنِي بِهَا إِلَى رِضاكَ اللهمَّ يَامَن لاَ يَخفَى عَلَيهِ حَالِي وَجَعَلتُ عَلَيهِ جَمِيعَ تَوَجُّهَاتِي وَاتِّكَالِي جَمِيعَ أَحوَالِي فِي أَقوَالِي وَ أَفْعَالِي بِلَا مِحنَةٍ وَلا بَلوَى وَالحِفْظُ مِنَ الأَهوَاءِ مَعَ نَيلِ مَا أَهوَى
. وَصلّى اللهُ عَلَى سَيِّدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ

Ya Allah ya Tuhan-ku, Engkau Yang Maha Mengetahui apa yang kukerjakan, Yang Maha menyaksikan dosa yang kulakukan. Inilah diriku berada di hadirat-Mu, segala ketentuan bersumber dari-Mu dan kembali kepada-Mu, tiada jalan menuju ke hadirat-Mu kecuali bersama-Mu. Tidak berguna bagiku kecuali karunia dan kemurahan-Mu, karena semua persoalan dari-Mu dan kepada-Mu. Keadaanku tidak tersembunyi bagi-Mu, maka ya Allah, rahmatilah aku dengan rahmat dari sisi-Mu, yang menjadikan aku tidak butuh kepada selain-Mu, rahmatilah aku sehingga dapat mengantarku menuju ridha-Mu. Wahai Tuhan yang tidak tersembunyi bagi-Nya keadaanku, dan kepada-Nya kuarahkan segala tujuan dan andalanku, perbaikilah segala keadaanku, dalam ucapan dan tindakan, tanpa ujian dan cobaan, disertai dengan pemeliharaan dari keinginan nafsu dan perolehan segala yang kudambakan. Wa shallallâhu ‘ala sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi washahbihi wa sallam.

Tentang Cinta

Engkau durhaka kepada Allah,
dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya.
Ini adalah suatu kemustahilan.
Apabila benar engkau mencintai-Nya,
pastilah engkau taati semua perintah-Nya.
Sesungguhnya orang menaruh cinta,
Tentulah bersedia mentaati perintah orang yang dicintainya.
Dia telah kirimkan nikmat-Nya kepadamu,
setiap saat dan tak ada rasa syukur,
yang engkau panjatkan kepada-Nya.

~Imam Syafi’i rahimahullah

Doa

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اِسْمٍ هُوَ سَمَّيتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ أَعْطَيْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ ٱسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْاۤنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ بَصَرِي وَجَلَاءَ غَمِّي وَذِهَابَ خُزْنِي وَهَمِّي وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اله وَصَحبِهِ وَسَلَّمَ

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan menyebut nama-Mu yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab suci-Mu, atau anugerahkan ia kepada salah seorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan ia dalam gaib-Mu. Ya Allah aku bermohon kiranya Engkau jadikan al-Qur’an penyejuk hatiku, cahaya mataku, penyingkap keresahanku dan pengusir kesedihan serta kesusahanku. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âlihi washahbihi wa sallam.

aamiin

Wasiat

Tulisan ini dipersembahkan kepada keluargaku tercinta, saudara-saudaraku; mari kita ingatkan pasangan-pasangan kita atau pasangan-pasangan kita kelak, anak-anak kita atau anak-anak kita kelak serta cucu-cucu kita kelak; bahkan untuk siapa pun bahwa:

Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub, ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.’ Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kamu sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya’.
(QS. Al-Baqarah[2]:132-133)

Aamiin. Semoga

Aku Mencintaimu Karena Allah

Di pagi hari, selepas syuruq, seorang lelaki sedang sibuk menghadap layar monitor. membaca dan membalas email, itulah rutinitasnya di pagi hari, jika tidak sedang membantu istrinya mempersiapkan sarapan. Istrinya sedang sibuk di dapur di lantai dasar, untuk mempersiapkan sarapan pagi itu. Prinsip zero-meter tempat kerja dari rumah menjadikannya memilih menjadikan lantai dua rumah mungilnya itu sebagai ruang kerja, sekaligus ruang santai;

Ditengah keasyikannya, istrinya datang membawakan teh hangat untuknya, kemudian duduk di sampingnya; suaminya masih asyik dengan kesibukannya sendiri. Sang istri tersenyum kemudian berkata,

“hubby, aku tahu engkau telah jatuh cinta padaku sebelum menikah denganku”,

lelaki tersebut langsung menghentikan aktivitasnya, memandang wajah istrinya yang penuh cinta dengan wajah bertanya-tanya

“masih ingat saat kita chating dulu, setelah aku sakit, aku minta tausyiah padamu”

sang suami pura-pura lupa, memasang ekspresi penuh tanya di wajahnya

“saat itu, engkau mengajarkanku sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada shabat Mu’adz ra. setiap selepas sholat”

اللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“oleh karena doa yang kau ajarkan itu, aku tahu bahwa engkau mencintaiku”

sang suami tersenyum bahagia, memegang kedua tangan istrinya, memandang wajah istrinya dalam-dalam dengan penuh cinta dan syukur, meletakkan tangan istrinya di dadanya, kemudian ia kecup kening istirnya sambil berbisik

“Demi Allah, Sungguh Aku mencintaimu karena Allah”

salah satu cara menghormati, memulyakan wanita adalah dengan mencintainya sepenuh hati karena Allah, mewasiati/menasihatinya dengan wasiat-wasiat yang baik serta mendidiknya dan tentu saja mencukupinya dengan rizki yang terbaik.

Selamat hari kartini :)

notes:

[1]hadits yang menceritakan doa tersebut adalah:

عن معاذٍ رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، أخذ بيده وقال: يا معاذ، والله، إني لأحبك، ثم أوصيكَ يا معاذ لا تدَعَنَّ في دبر كل صلاةٍ تقول: اللهم أعني على ذكرك وشكرك، وحسن عبادتك. رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح

Diriwayatkan dari Mu’adz ra., bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم  memegang tangannya, dan bersabda: “Ya Mu’adz, Demi Allah, Sungguh aku mencintaimu “, kemudian, “aku mewasiatimu wahai Mu’adz, setiap selepas sholat bacalah doa

اللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur untuk-Mu, dan beribadah dengan baik bagi-Mu.

~Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud an-Nasa’i dengan sanad yang shahih.

[2] agar bisa zero-meter tempat kerja dengan rumah, maka bangunlah bisnis yang layaknya taman yang mengundang kupu-kupu; jangan menggunakan jaring untuk menangkap kupu-kupu; begitu kata yang ahli bisnis (saya hanya mengutip ;) ).

[3] berkali-kali menutup wajah saat menulis fiksi ini: malu sangat >_<