Sadar dari Kelalaian

Orang yang lalai menyediakan persiapan menemui Tuhan, bagaikan seorang yang sedang tidur nyenyak. Dia tidak sadar bahwa umurnya telah habis terbuang. Akan tetapi, jika dia sadar dan terbangun dari tidurnya, maka cahaya Ilahi akan mengetuk pintu hatinya, dan seketika itu juga dia akan mengambil kapak untuk memotong rantai yang membelenggu dirinya, terang-lah kembali alam di hadapannya, lalu terlihatlah olehnya bahwa putaran hidup di dunia ini cepat. Karena itu, sisa umurnya tidak disia-siakannya. Dia bangkit mengejar ketertinggalan, dan segala pengalaman masa lalu dijadikannya pupuk untuk menyuburkan pohon iman yang telah mulai tumbuh di hatinya itu.

~gambaran tentang seseorang yang lalai, kemudian sadar dari kelalaiannya oleh Syeikh Ibnu Qayyim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s