Kehati-hatian Ulama Terhadap Makanan

Dalam suatu riwayat ayah Imam al-Haramain al-Juwaini, (Imam al-Haramain adalah seorang ulama kenamaan madzhab Syafi’i), selalu berupaya agar perempuan yang mengandung anaknya selalu makan dari yang halal sejak sebelum mengandung sampai anaknya kemudian dilahirkan. Ia melarang orang lain untuk menyusuinya, sebab dia tidak bisa memastikan kehalalan makanan yang menghasilkan susu perempuan lain.

Suatu ketika ibu Imam al-Haramain sakit sehingga tidak bisa menyusui, sedangkan anak tersebut menangis terus. Salah seorang tetangganya mengambil alih dan menyusukan anak tersebut. Baru beberapa isapan, sang ayah melihat itu. Diambillah sang anak dari perempuan tersebut, lalu dijungkirbalikkan kepalanya, diusap perutnya, dan dimasukkan jarinya ke mulut anak tersebut sampai Imam al-Haramain kecil muntah dan mengeluarkan air susu yang sempat diminum dari perempuan lain. Sang ayah berkata, “Lebih mudah bagiku menanggung derita kematian anak ini daripada akhlaknya rusak karena meminum air susu selain ibuya”. Peristiwa tersebut dikenang terus oleh Imam al-Haramain. Setiap kali terhenti bicara dalam diskusi atau debat, ia berkata, “Itu karena sisa air susu orang lain”. (Wafayaat al-A’yan, 3/169)

*jurnal Studi al-Qur’an PSQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s