1 tahun

Tanggal ini, tepat 1 tahun semenjak istri saya pertama kali masuk rumah sakit dirawat karena meningitisTahun 2014 merupakan tahun yang tidak mudah bagi kami, terutama bagi istri. Karena sakit yang dideritanya, yang sampai sekarang belum sepenuhnya sembuh, aktivitas yang beliau dapat lakukan menjadi sangat terbatas. Banyak agenda tentu saja menjadi tidak tercapai, peluang-peluang yang tidak termanfaatkan.

Tidak dinyana, setelah sekian bulan keluar dari rumah sakit, istri saya harus di rawat sekali lagi di bulan Agustus 2014 selama 30 hari. Dan untuk kedua kalinya beliau harus menjalani operasi di kepala (pertama kali operasi adalah saat kecelakaan di waktu beliau masih SMP), kali ini adalah dengan operasi pemasangan pipa VP Shunt karena ada indikasi hydrochepalus akibat meningitis, pipa shunt akan dipasang mulai darikepala hingga ke perut yang akan beliau bawa seumur hidup :'(. Dan untuk pertama kalinya saya benar-benar terkejut, bagaimana seorang dokter yang hendak mengoperasi meminta uang 5jt di depan ruang operasi.

Selama 30 hari istri di rumah sakit, saya hampir tidak pernah pulang, pagi berangkat ke kantor dan pulang kantor kembali ke rumah sakit. Terasa berat memang, tapi pasti yang dirasakan oleh istri jauh lebih berat berkali lipat. Beruntung saat itu kantor tempat saya bekerja (Kaskus) mengizinkan saya untuk kerja di kantor Bandung.

foto bunda selesai di MRI
bunda selesai di MRI

Beban sakit yang diderita istri, ternyata harus ditambah dengan fakta ternyata istri sedang mengandung anak kami yang kedua. Tentu saja kami sangat terkejut, setelah berkali-kali test selalu negatif meskipun sudah tidak datang bulan semenjak masuk rumah sakit, seminggu setelah pulang dari rumah sakit, karena muntah-muntah masih juga belum berhenti, kami lakukan test lagi dan ternyata hasilnya beliau adalah positif hamil. Setelah dilakukan USG, tampak jelas memang beliau sedang hamil. Meskipun terkejut kami bersyukur dengan anugerah ini.

Seiring dengan kehamilan, berat badan istri semakin bertambah (Alhamdulillah), dan Saat untuk melahirkan semakin dekat (HPL 10 maret 2015), dan tentu saja dengan kondisi beliau saat ini, operasi cessar adalah pilihan yang paling aman. Hal ini berarti istri saya bakal berada di meja operasi sekali lagi :'(.  Salah satu hal yang kami syukuri dengan kehamilan istri adalah berat badannya yang semakin naik, semoga ini juga indikasi semakin baiknya kondisi beliau, sehingga saat melahirkan nanti bisa berjalan dengan lancar, anak dalam kondisi sehat, serta istri sembuh sehat wal afiat. aamiin.

Berkah lain dari kondisi sakit beliau adalah, Alhamdulillah kami sekeluarga semakin memiliki banyak waktu untuk bersama; semoga kami masih bisa bersama lebih lama lagi, minimal 40 tahun lagi, dalam limpahan keberkahan, kebaikan yang terus-menerus bertambah, dan kelak kami bisa berkumpul kembali di surga tertinggi, jannat al-firdaus. Aamiin

Ingin sekali mengutip tulisan Ustadz Salim A Fillah berikut, sebagai pengingat bagi kami:

Hikmah Sakit
By: Salim A Fillah

1. Sakit itu dzikrullah.
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar.
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid.
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit,kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

4. Sakit itu muhasabah.
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi,menghitung-hitung bekal kembali.

5. Sakit itu jihad.
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah,diwajibkan terus berikhtiar,berjuang demi kesembuhannya.

6. Bahkan Sakit itu ilmu.
Bukankah ketika sakit,dia akan memeriksa,berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu nasihat.
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri,yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar,ALLAH cinta dan sayang keduanya.

8. Sakit itu silaturrahim.
Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk,penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

9. Sakit itu penggugur dosa.
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.

10. Sakit itu mustajab doa.

Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit.

11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan.
Diajak maksiat tak mampu tak mau dosa,lalu malah disesali kemudian diampuni.

12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis,satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah,rukuk-sujud lebih khusyuk,tasbih-istighfar lebih sering,tahiyyat-doa jadi lebih lama.

14. Sakit itu memperbaiki akhlak,kesombongan terkikis,sifat tamak dipaksa tunduk,pribadi dibiasakan santun,lembut dan tawadhu.

15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati.

Semoga cepat sembuh bagi yang sedang sakit. Syafakumullah syifaa-an ‘aajilan…

Semoga lekas sembuh wahai istriku, syafakillah syifaa-an taamman, ‘aajilan, I love you so much

3 thoughts on “1 tahun

  1. Syafakallah. Semoga istri segera diberikan kesembuhan dan adinda yang dikandung dilahirkan dengan mudah. Sebuah cerita yang sangat menyentuh. Terima kasih telah berbagi.

  2. Semoga istri mas segera sembuh. Nanti waktu lahiran lancar, jalan rizky semakin dilapangkan. Semoga Allah selalu memberi kesehatan, rahmat dan hidayahnya ke keluarga mas hakim. Semangat mas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s