Menyangka telah banyak beramal, Tapi…

Selama Ramadhan yang lalu, salah satu hal yang mejadi pelajaran penting bagi saya adalah terkadang ada yang menyangka dirinya telah banyak beramal, tapi ternyata amalnya sia-sia belaka. Ayat al-Qur’an surah al-Kahfi[18]: 104-105 ini senantiasa terngiang di kepala dan benak saya hingga saya menuliskannya di sini:

 

 قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَـٰلًا ﴿١٠٣﴾ ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى ٱلْحَيَو‌ٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾ 

 

( 103 ) Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
( 104 ) Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
Ayat-ayat ini menegur penulis, untuk introspeksi diri, apakah benar amal-amal yang telah dikerjakan selama ini sudah benar, dan diterima oleh Allah SWT? ataukah saya termasuk yang disebutkan “orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.
Bukankah amal yang diterima, akan membuahkan amal-amal yang lain? Bagaimana dengan kualitas amal di bulan syawal ini, apakah benar-benar syawal (meningkat) ataukah malah sebaliknya? Astaghfirullahaladziim.*

 

* Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang paling merugi perbuatannya dalam ayat 103 tersebut menurut Sa’ad bin Abi Waqash ra. adalah kaum Yahudi dan Nasrani;.
Sedangkan menurut Ali bin Abi Thalib Kwj. adalah kelompok Haruriyah (khawarij). Akan tetapi, bukankah kita senantiasa diingatkan, bacalah al-Qur’an seakan-akan dia turun kepadamu.
Iklan